seputarpapua.com

Selama Pandemi Covid 19, SLB Gunakan Pendekatan Modul Belajar di Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BELAJAR | Siswa SLB Negeri Mimika saat belajar di rumah selama masa Pandemi Covid-19. (Foto : Ist/SP)
BELAJAR | Siswa SLB Negeri Mimika saat belajar di rumah selama masa Pandemi Covid-19. (Foto : Ist/SP)

TIMIKA | Pandemi Covid-19 mengharuskan para siswa belajar dari rumah tak terkecuali anak – anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika, Papua yang memiliki 80 siswa dari tingkat SD hingga SMA dengan beberapa kelompok seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan autis.

Hal ini mengacu peraturan kementerian kesehatan untuk mematuhi protokol kesehatan dan peraturan dari provinsi maupun Kabupaten Mimika.

“Pembelajaran saat ini kami menggunakan pendekatan modul, guru membuat modul kemudian modul ini dibagikan ke orang tua dimana dalam modul itu ada materi, uraian materi, langkah – langkah kerja kemudian ada petunjuk bagi orang tua. Jadi memang ini dipersiapkan untuk orang tua,” jelas Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin, Rabu (25/11).

Ia menjelaskan setiap modul dibagikan oleh guru kepada orang tua kemudian nantinya diselesaikan oleh anak di rumah. Dan tetap selalu berkomunikasi dengan guru melalui whatsapp.

“Ketika modul yang pertama sudah selesai dikerjakan siswa, guru akan membuat modul kedua lalu diantarkan ke rumah siswa sekalian mengambil hasil kerja pada modul sebelumnya sehingga itu menjadi bahan portofolio penilaian untuk mereka punya hasil selama belajar,” ujarnya.

Dalam semester ini, kata Sunardin sudah berjalan baik dan sudah dua hingga tiga modul yang dibagikan kepada siswa. Dan hingga kini sudah memasuki tahap akhir dan akan menuju pada penilaian ujian.

Modul tersebut disusun oleh guru, dan berbeda dengan sekolah reguler, modul disusun tetap berkaitan dengan materi yang ada di kurikulum hanya saja disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anak.

“Makanya modul berbeda – beda satu anak dalam satu kelas itu kalau siswanya lima anak berarti lima modul karena modulnya disesuaikan dengan kemampuan anak. Kemudian modul ini teman-teman guru harus memposisikan bahwa dia belajar di rumah, misalnya ada materi tentang lingkungan sekolah, maka guru bisa merubah menjadi linngkungan rumah,” jelas Sunardin.

Berita Terkait
Baca Juga