seputarpapua.com

Selama Pandemi, Pastor Krispinus Bidi Minta Umat di Keerom Manfaatkan Lahan Rumah untuk Berkebun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Warga memanfaatkan lahan untuk berkebun. (Foto: Ist)
Warga memanfaatkan lahan untuk berkebun. (Foto: Ist)

ASMAT | Pastor Paroki Santo Willibrordus Arso, Keerom, Papua, RP. Krispinus Bidi, SVD mengatakan, selama pandemi Covid-19, pihak gereja meminta umat untuk memanfaatkan lahan kosong sekitar rumah untuk berkebun.

Hal ini agar kebutuhan ekonomi umat bisa terjaga, karena pandemi ini belum diketahui kapan berakhir.

Disampaing itu, selama pandemi banyak waktu luang umat, karena pada saat itu pemerintah memberlakukan aktivitas pemerintahan, sekolah, dan ibadah semua dilakukan dari rumah.

Karena menurutnya, umat tidak bisa berharap banyak bantuan pemerintah, meski pandemi ini merupakan bencana non-alam secara nasional.

“Kita tetap berikan seruan umat untuk memanfaatkan lahan-lahan di sekitar rumah untuk bisa diolah, biar bisa ada tambahan konsumsi sayur,” kata Pastor RP. Krispinus Bidi, SVD, melalui sambungan telepon, Selasa (9/12).

Menurutnya, dari seruan memanfaatkan lahan sekitar rumah, banyak warga yang sudah menikmati hasil kebunnya.

“Kita bersyukur ada hasil yang dinikmati,” ujarnya.

Terapkan Prokes di Gereja

RP. Krispinus Bidi, SVD mengatakan, sejak ibadah diberlakukan dari rumah pada April lalu, pihak gereja menyediakan panduan untuk ibadah kelaurga. Panduan itu kemudian dikirim melalui WhatsApp.

Sulitnya jaringan internet hingga pelaksanaan misa secara virtual tidak berjalan maksimal.

“Memang ada keluarga yang setia mejalankan itu, namun ada juga dengan berbagai kesibukan tidak jalankan,” katanya.

Bulan Juli, ibadah di gereja sudah diberlakukan kembali, kata Pastor Krispinus Bidi, pihak geraja lantas menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

Pihak gereja menyediakan tempat cuci tangan, dan mengatur jarak duduk umat, serta mewajibkan umat memakai masker, termasuk thermogun atau alat pengukur suhu.

“Sebelum cuci tangan umat manaruh kolekte, lalu cuci tangan dan masuk gereja serta memakai masker. Tidak hanya saja saat misa, tapi kegiatan – kegiatan di paroki kita terapkan itu,” ujarnya.

 

Reporter: Yonri/Aditra
Editor: Misba Latuapo
Berita Terkait
Baca Juga