Sempat Direlokasi, Pedagang Kembali Padati Pasar Lama Timika

PASAR | Aktifitas di Pasar Lama, Timika. (Foto: Anya Fatma/SP)
PASAR | Aktifitas di Pasar Lama, Timika. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika beberapa waktu lalu telah merelokasi pedagang untuk semua berjualan di Pasar Sentral Timika baik dari Pasar Lama maupun Pasar Gorong-gorong.

Sejak direlokasi pada 11 September 2020 lalu, tidak ada lagi pedagang yang berjualan mulai di bahu jalan hingga ke badan jalan.

Namun kini, penampakan jualan yang dijajakan di jalanan mulai dipadati kembali oleh para pedagang.

Bahkan, pos penjagaan juga tidak terlihat ada petugas yang berjaga hingga dijadikan terminal bagi pengunjung pasar untuk menunggu ojek.

Salah satu penjual ikan, Wawan mengatakan, sebelumnya ia telah mengikuti anjuran pemerintah untuk berjualan di Pasar Sentral, namun ia harus kembali ke Pasar Lama karena alasan pendapatan.

Ia mengaku pendapatannya selama berjualan di Pasar Sentral sangat sedikit bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

IKLAN-TENGAH-berita

Meskipun di Pasar Sentral ia mendapatkan lapak untuk berjualan di Pasar Ikan namun lapak yang ia dan pedagang yang direlokasi dari pasar lama mendapatkan lapak di barisan ketiga dan seterusnya.

Sementara pedagang yang memang di Pasar Sentral mendapatkan lapak di bagian depan.

“Kadang itu satu hari tidak ada pembeli sama sekali karena orang yang datang belanja itu mereka beli di lapak depan saja. Lapak di bagian belakang ini mereka jarang sekali padahal harga sama,” ungkapnya saat diwawancara di tempat jualannya di Pasar Lama, Kamis (14/1).

Wawan mengakui kebutuhan keluarga dan modal untuk bisa tetap berjualan harus selalu ia dapatkan, untuk itu ia mengambil langkah kembali berjualan di Pasar Lama meskipun itu melanggar aturan pemerintah.

Ia berharap, sebelum nantinya Disperindag dan tim gabungan merelokasi kembali para pedagang ke Pasar Sentral sebaiknya diperhatikan penempatan lapak-lapak bagi para pedagang agar pedagang tidak merasa keberatan

“Saya tetap mau kembali tapi harusnya pedagang ikan itu harus diatur satu baris semua, pedagang sayur dan rempah-rempah lainnya satu baris semua, jangan seperti sekarang,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Didi yang menjual kelapa, Ia mengaku beberapa kali harus membuang kelapa yang ia jual.

“Kadang saya harus buang saya punya jualan karena busuk. Mungkin pembeli merasa malas kesana karena jauh,” ungkapnya.

Pedagang lainnya, Diman justru mengungkapkan hal berbeda, dimana ia kembali menjajakan jualannya berupa jepit kuku, senter dan lainnya di Pasar Lama karena mengikuti pedagang lainnya.

“Saya lihat sudah ramai makanya saya kembali ke sini. Kalau disuruh pindah lagi yah saya tetap akan pindah lagi, cuma karena ini dekat dari tempat tinggal makanya saya memilih di sini dulu,” kata Diman.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Misba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar