seputarpapua.com

Sempat Tutup Gereja, Umat Katolik Sarmi Sambut Natal dengan Terapkan Prokes

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Gereja St. Antonius Sarmi saat ditutup. (Foto: OMK St. Antonius)
Gereja St. Antonius Sarmi saat ditutup. (Foto: OMK St. Antonius)

TIMIKA | Meski sempat ditutup dan melakukan ibadah dari rumah, umat Katolik di Kabupaten Sarmi, Papua akan melaksanakan Misa Natal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Pastor Paroki St. Antonius Sarmi, Agustinus Eko Widiatmono, Pr menjelaskan, sejak merebaknya Covid-19 di Sarmi, Keuskupan Jayapura sudah memberi petunjuk untuk selalu menjaga umat dari penularan virus.

“Sejak 5 September itu, waktu SP 6 di Bonggo dibuka, artinya tidak lagi ada rapid test di sana, lalu ada beberapa warga masuk dari luar dan akhirnya tim medis temukan beberapa orang yang terkonfirmasi positif,” tuturnya kepada Seputarpapua.com melalui sambungan telepon, Sabtu (5/12).

Di antara warga tersebut, terdapat satu orang yang merupakan umat dari Paroki Sarmi. Penemuan pasien ini, menurut Pastor Eko sebelum tanggal 13 September 2020.

“Pasien itu sekarang sudah sembuh. Tapi pada saat itu saya tutup gereja. Sejak 13 September saya tutup, baru pada 1 November, saya buka lagi gereja,” terangnya.

Penutupan gereja di Sarmi juga merupakan perhatian dari Uskup Jayapura melalui surat edarannya. Bahkan sebelumnya, yakni di awal pandemi gereja sempat ditutup dan ibadah dilakukan di rumah masing-masing. Namun dua gereja lain, yakni di Bonggo dan di Buasum tetap mengadakan ibadah di gereja. Meski ibadah dalam tatap muka, protokol kesehatan Covid-19 ketat dilakukan.

Diakuinya tidak terdapat kepanikan di antara para umat. Sehingga baik aktivitas ibadah maupun aktivitas ekonomoi dapat berjalan dengan baik.

“Pada awal-awal pandemi itu, lalu gereja saya tutup, dan ada warga yang meninggal lalu ada pemakaman, dari situ memang kita sudah wanti-wanti dengan menerapkan protokol kesehatan. Pada waktu Misa semua duduk dengan jarak-jarak, tapi kalau bilang ketakutan, saya rasa tidak,” imbuhnya.

Berita Terkait
Baca Juga