Sempat Vakum, TPID Mimika Diharapkan Bisa Lakukan Pengendalian Inflasi

Foto bersama dalam kegiatan sosialisasi penguatan bagi tim TPID (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Foto bersama dalam kegiatan sosialisasi penguatan bagi tim TPID (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Bagian Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Daerah Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika menggelar kegiatan sosialisasi penguatan bagi Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) di salah satu hotel yang ada di Jalan Cenderawasih, Jumat (12/8/2022).

Ketua panitia yang juga Kepala Sub Bagian Potensi dan Produksi Daerah Bagian Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Daerah Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Laiko Fredy Laly mengatakan, tim TPID sudah vakum sejak tahun 2017.

Namun, saat pelantikan Sekda Michael Gomar, tim tersebut diaktifkan kembali pada 2021 lalu dan diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) TPID.

“Kami sebagai linding sektor yang menangani tentang persoalan TPID khusus Kabupaten Mimika kami ditugaskan oleh Bupati melalui sekda. Oleh karena itu tahun 2021 SK tim ini sudah dibuat dan kami mulai melaksanakan kegiatan tahun ini,” ujarnya.

Dikatakan, sosialisasi ini untuk membantu tim TPID agar bisa memahami terkait pengendalian inflasi di Mimika.

“Tim inflasi daerah ini kan sudah lama vakum, sehingga kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah. Kami pun diminta segera membuat kegiatan ,salah satunya peta aksi pengendalian inflasi daerah yang tiap tahun harus dilaporkan,” ungkapnya.

Sosialisasi ini untuk memudahkan tim mengetahui cara mengisi ataupun memberikan data yang dibutuhkan dalam pembuatan rencana aksi pengendalian inflasi.

Sebab kata Fredy, menurut data dari Ditjen Pembangunan Daerah ada beberapa poin yang dapat dilakukan tim TPID dalam membuat peta jalan penggendalian inflasi daerah, dengan mengacu pada startegi 4K yang diterapkan pemerintah pusat, yakni menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Sementara itu selaku narasumber, Manajer Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Bank Indonesia Provinsi Papua, Rivky Rasyid menyebutkan, Mimika sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dengan presentase sebesar 43 persen.

“Akibatnya pengaruh tersebut, performa ekonomi Mimika menentukan arah ekonomi Papua, apabila dilihat kembali maka sektor pertambangan masih mendominasi struktur ekonomi Mimika dengan presentase sebesar 86 persen dari total perekonomian yang ada di Mimika,” paparnya.

Asisten III Setda Mimika, Hendritte Tandiono mengatakan, sosialisasi ini guna memperkuat sinergi dan komitmen dalam menjaga tingkat inflasi berkesinambungan.

TPID, kata dia merupakan program nasional yang penting, dan bertujuan untuk menjaga laju inflasi yang rendah dan stabil khususnya di Kabupaten Mimika.

Dimana kinerja TPID dari masing-masing perangkat daerah harus menunjukkan pola yang terukur dan terus di evaluasi, sehingga nantinya selain terjaganya inflasi di Kabupaten Mimika, juga menorehkan prestasi TPID terbaik di tingkat Provinsi.

Inflasi yang rendah dan stabil merupakan persyaratan bagi berkesinambungan pertumbuhan dalam rangka ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Inflasi yang rendah dan stabil akan berdampak positif kepada kondisi sosial, ekonomi masyarakat dengan terjaganya daya beli inflasi yang rendah dan stabil juga kondusif bagi para pelaku ekonomi untuk mengambil keputusan dalam melakukan kegiatan ekonomi, dengan demikian berdampak positif kepada pertumbuhan ekonomi,” kata Hendritte dalam sambutannya.

Dikatakan, peran daerah sangat penting dalam mejaga stabilitas harga, mengingat karakteristik inflasi indonesia yang masih dipengaruhi oleh gejolak disisi pasokan terjaganya inflasi daerah pada tingkat rendah dan stabil akan mendukung upaya pencapaian.

Diharapkan, dengan adanya tim TPID dapat menyelaraskan strategi pengendalian inflasi di pusat dan daerah, serta mempertegas komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada setiap pihak tekait untuk dapat memahami tugas dan fungsi dalam pengambilan kebijakan, untuk mengatasi terjadinya laju inflasi di Kabupaten Mimika.

Hal ini mengingat akhir-akhir ini kondisi harga kebutuhan pokok yang meningkat.

Ia berharap tim pengendalian inflasi daerah (TPID) bisa menjaga laju inflasi dengan memperhatikan 3 hal yaitu, menjaga ketersediaan stok kebutuhan pangan masyarakat, menjaga kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.