Seorang Pasien Covid-19 di RS Freeport Tembagapura Meninggal Dunia

Ambulance milik PT. Freeport Indonesia yang mengangkut jenazah pasien Covid-19 dari Tembagapura, Kamis (21/5).
Ambulance milik PT. Freeport Indonesia yang mengangkut jenazah pasien Covid-19 dari Tembagapura, Kamis (21/5).

TIMIKA | Seorang pasien positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Tembagapura milik PT. Freeport Indonesia meninggal dunia pada Rabu Malam (20/5).

Juru Bicara Satgas Penanggulangan Infeksi Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule mengatakan, pasien yang meninggal dunia tersebut sebelumnya telah menjalani perawatan selama kurang lebih 13 hari.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Seputarpapua, pasien meninggal dunia itu berlabel 114, inisial EYS, laki-laki 69 tahun, alamat (perawatan) Tembagapura, terkonfirmasi positif pada 13 Mei lalu.

“Dia mempunyai penyakit penyerta, sudah dilakukan upaya maksimal namun tidak tertolong dan meninggal dunia,” katanya dalam video conference, Kamis malam.

Mewakili Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus menyampaikan turut berduka dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.

“Kami percaya bahwa Tuhan yang mempunyai kehidupan ini, akan memberikan penghiburan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

Hingga Kamis pukul 16.10 WIT, Satgas Covid-19 Papua mencatat 538 pasien terkonfirmasi positif, 394 dirawat, 134 dinyatakan sembuh, dan 10 meninggal dunia.

“Jumlah pasien positif semakin bertambah, tentu saja yang dirawat juga semakin meningkat, dan kasus meninggal meningkat dari sebelumnya 9 menjadi 10,” kata Silwanus

Meski kasus positif bertambah, pasien dinyatakan sembuh juga terus bertambah hingga mencapai 134 orang, atau bertambah 18 orang dari hari sebelumnya 110.

“Tapi masih ada pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan agar pandemi ini dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat segera diselesaikan,” katanya.

Silwanus mengatakan, pembatasan sosial yang diperluas dan diperketat, adalah salah satu dari sekian banyak langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Papua.

“Oleh karena itu, harapan besar bagi kami agar seluruh masyarakat mengikuti segala ketentuan, khususnya untuk membatasi tidak keluar rumah dimulai pukul 14.00 WIT,” imbuhnya.

 

Reporter: Sevianto
Editor: Misba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar