seputarpapua.com

Seorang Wanita Ditemukan Meninggal Tergantung di Ayunan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
RESPON TKP | Polisi merespon ke TKP tangani kasus seorang warga yang ditemukan meninggal di kamar dalam keadaan tergantung di ayunan, Senin (12/4/2021). (Foto: Ist/Seputarpapua)
RESPON TKP | Polisi merespon ke TKP tangani kasus seorang warga yang ditemukan meninggal di kamar dalam keadaan tergantung di ayunan, Senin (12/4/2021). (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Seorang perempuan bernama Nurbaiti (22), warga jalur 3 Jalan Pendidikan, Mimika, Papua, ditemukan meninggal dunia tergantung dengan kondisi tergantung di ayunan di dalam kamarnya, Senin (12/4/2021) subuh.

Berdasarkan data dari Kepolisian setempat, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri, dan ditemukan di dalam kamarnya sekitar pukul 04.00 WIT oleh saksi 1 seorang perempuan berinisial SY (27).

Berdasarkan kronologi yang diperoleh dari pihak Kepolisian, sebelumnya pada Minggu malam, 11 April 2021 sekitar pukul 18.00 WIT, saksi SY sempat bertengkar dengan korban di rumah tempat kejadian perkara (TKP), jalur 3 Jalan Pendidikan.

Kemudian, pada pukul 20.30 WIT, saksi SY menjemput pria yang merupakan saksi 2 dan berinsial RLO (30) di Jalan Anggrek, untuk dibawa ke Jalan Pendidikan. RLO diketahui berpacaran dengan korban.

Namun saat dipertengahan jalan, RLO memberikan sejumlah uang kepada SY dan menyuruh membeli minuman keras (miras) beralkohol. SY kemudian membeli 5 botol miras jenis Vodka Iceland.

Setiba di rumah tempat tinggal korban yang menjadi TKP, korban terlihat biasa-biasa saja. Saksi SY dan RLO lalu membuka miras yang dibeli untuk dikonsumsi berdua. Korban juga berkeinginan untuk ikut bergabung, namun dilarang oleh SY dan RLO lantaran korban memiliki riwayat sakit kista. Korban kemudian marah-marah kepada saksi SY.

RLO yang diketahui merupakan pacar korban, menerima telepon dari seseorang. Korban dinilai sosok pencemburu, sehingga ia merasa curiga kepada RLO yang menerima telepon dari seseorang. Namun beberapa saat kemudian saksi RLO tidur, sementara korban masih marah-marah kepada SY.

Tiba-tiba korban membuka sebotol miras lalu diminum hingga tersisa setengah botol, dan ditambah lagi meminum miras yang sudah diracik (miras campur dengan minuman lain,red) oleh kedua saksi. Setelah itu, korban merusak televisi dan dispenser, lalu memecah botol miras disertai mengusir saksi SY keluar dari rumah.

“Saksi 1 sudah punya insting tidak baik, maka dari itu saksi 1 berusaha untuk melihat kondisi korban,” ujar Kepala Satuan Reserse Keiminal (Kasatreskrim) Polres Mimika, AKP Hermanto dalam keterangan tertulisnya.

Berita Terkait
Baca Juga