Sepanjang 2021 Kejahatan KKB 92 Kali, 15 Pasukan TNI-Polri Gugur

Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri. (Foto: Humas Polda Papua)
Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri. (Foto: Humas Polda Papua)

JAYAPURA | Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB selama tahun 2021 tercatat telah melakukan aksi mereka sebanyak 92 kali.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri dalam refleksi akhir tahun di Jayapura, Kamis (23/12/2021) menyebutkan, aksi KKB terjadi di lima wilayah yakni Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang, Intan Jaya, Puncak dan Nduga.

Dari aksi KKB tersebut tercatat pula telah memakan korban baik dari TNI-Polri juga masyarakat sipil dan KKB sendiri.

“Dari TNI meninggal dunia sebanyak 11 orang dan 19 orang luka, sedangkan untuk anggota Polri 4 orang meninggal dunia dan 3 orang luka, serta masyarakat meninggal dunia sebanyak 19 orang dan luka 11 orang. Sementara korban dari KKB sebanyak 12 orang,” ucapnya.

Terlepas dari peristiwa itu, masih dalam tahun yang sama, kelompok yang berseberangan dengan paham NKRI ini  telah menyatakan diri kembali ke pangkuan ibu pertiwi sebanyak 27 orang.

“Jumlah itu di wilayah Hukum Polres Kepulauan Yapen,” kata Kapolda.

Sementara, terkait gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua, Jenderal bintang dua ini menjelaskan, kejahatan konvensional mengalami peningkatan 20,98 persen dari 3.212 kasus di tahun 2020 menjadi 3.886 kasus di tahun 2021.

Kasus tersebut diantaranya kasus pencurian, pencurian kendaraan bermotor, pengeroyokan, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, penganiayaan berat dan pembunuhan.

“Sedangkan, kejahatan trans Nasional mengalami penurunan sebanyak 43 kasus atau 12,5 persen dari 344 kasus di tahun 2020 menjadi 301 kasus di Tahun 2021, penurunan terjadi di Kasus Narkoba,” jelasnya.

Berbandig terbalik dengan kasus kejahatan kekayaan Negara. Menurut Mathius, kasus ini mengalami penurunan sebanyak 18 kasus atau 21 persen dari 97 kasus di Tahun 2020 menjadi 79 kasus.

Untuk di tahun 2021 yakni kasus Ilegal logging, korupsi dan illegal fishing.

“Sedangkan kasus pencucian uang tetap, tidak terjadi peningkatan dan penurunan”, tandasnya.

Sehingga kedepan pihaknya akan akan terus meningkatkan sinergitas dan keterpaduan dengan stakeholder dan para tokoh, guna menciptakan sitkamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Papua.

“Dengan begitu proses pembangunan bisa berlangsung dengan optimal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga Papua, pungkasnya.

reporter : Adi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.