Setiap Kampung Harus Alokasikan Dana untuk BUMKAM

Ilustrasi
Ilustrasi

NABIRE | Setiap kampung harus mengalokasikan dana untuk mendirikan pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUNKAM).

Hal ini disamapikan Tenaga Ahli Pusat Konsultasi Pemerintah Daerah (PKPD) La Mimi saat menjadi narasumber workshop penataan administrasi Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) oleh Kementerian Desa dan PDTT Penjajakan Bisnis Mitra Usaha BUMKAM, Rabu (20/9/2023) di Nabire.

Workshop ini diikuti 599 peserta dari 4 kabupaten di Papua Tengah. terdiri dari Kabupaten Nabire 57 Kampung dan Kabupaten Deiyai 65 Kampung dan berjumlah 369. Sementara Kabupaten Dogiyai 38 Kampung dan Intan Jaya 30 Kampung pula.

Kata La Mimi, anggaran yang dialokasikan harus sesuai dengan kesepakatan musyawarah kampung dan dana desa yang diterima.

“Jadi, contoh misalnya dana satu miliyar per kampung disetiap tahun itu menyertakan modal 100 juta untuk membangun satu unit usaha di kampung. Dengan modal 100 juta itu bisa memaafkan kearifan lokal yang ada termasuk memanfaatkan potensi masyarakat yang ada,”jelas dia.

Sementara dalam mendirikan dan pengelolaan BUNKAM, harus jelas berbadan hukum dan ada komposisi kepengurusan yang jelas, yakni terdiri dari direktur BUMKAM, sekertaris, dan bendahara, dan anggotanya.

BUMKAM juga bisa mendirikan beberapa unit usaha lain agar masyarakat di kampung itu dapat merasakan kesejahteraan.

“Setelah berbadan hukum bisa menjalin mitra kerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan yanga ada di kabupaten ataupun Provinsi Papua Tengah,” kata dia.

Ia mengatakan tidak ada batasan untuk mendirikan suatu unit usaha di kampung dengan dana desa yang ada. Karena dana desa dianggarkan untuk manfaatkan kepentingan masyarakat.

Untuk itu, ia berharap para peserta mendapat pengetahuan baru agar bisa mengimplementasikan pengetahuan tersebut ditengah masyarakat, juga memberikan suatu pemahaman baru kepada masyarakat agar masyarakat orang asli Papua bisa mandiri dengan berdagang sendiri.

“Orang Asli Papua jangan jadi penonton, harus bersaing dan mandiri dengan cara menjual dan promosi kearifan lokal melalui BUMKAM,”harapnya.

penulis : Christian Degei

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *