Sidang Gugatan Masyarakat Adat di Mimika Terhadap PT PAL Digelar Pekan Depan

Muhammad Khusnul
Muhammad Khusnul

TIMIKA | Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika akan menggelar sidang gugatan yang diajukan atau didaftarkan oleh masyarakat adat Iwaka kepada PT Pusaka Argo Lestari (PAL). Rencana sidang gugatan wanprestasi tersebut akan digelar pekan depan, atau tepatnya pada 7 Oktober 2020 nanti.

Humas PN Kota Timika Muhammad Khusnul Fauzi Zainal menjelaskan, memang benar masyarakat adat Iwaka yang terdiri dari tujuh orang, yakni Herman Kamiyu dan lain-lain, melalui kuasa hukumnya telah mendaftarkan gugatan wanprestasi, dengan tergugatnya adalah PT PAL.

Setelah pendaftaran ini, maka PN Timika akan menentukan Majelis Hakim dan hari sidangnya. “Rencananya sidang gugatan wanprestasi dengan penggugat masyarakat adat Iwaka dan tergugatnya adalah PT PAL, akan kami lakukan pekan depan,” kata Khusnul saat dihubungi melalui telepon selulernya,” Selasa (29/9).

Kata dia, pada persidangan pertama nanti Majelis Hakim akan melakukan proses mediasi (perdamaian), seusai dengan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) nomor 1 tahun 2016, tentang prosedur mediasi.

Kalau mediasi itu berhasil, maka akan dibuatkan kesepakatan perdamaian yang nantinya akan dituangkan dalam putusan. Mediasi sendiri dilakukan beberapa kali, namun tergantung mediatornya. Tetapi dalam Peraturam MA sendiri proses mediasi dilakukan selama satu bulan.

“Tapi kalau mediasi itu gagal, maka dilanjutkan dengan sidang, mulai dari pembacaan gugatan, jawaban replik dan duplik, pembuktian tergugat dan penggugat, kesimpulan, kemudian kesimpulan,” terangnya.

IKLAN-TENGAH-berita

Perlu diketahui, gugatan wanprestasi yang diajukan masyarakat adat Iwaka terhadap PT PAL ini karena ada beberapa faktor. Seperti, selama beroperasi PT PAL tidak melaksanakan kesepakatan yang sudah dibuat dan ditandatangani dalam surat perjanjian bersama nomor 0764/HR-GA/PT.PAL/IV-2013 dan nomor 001-SPK/KOP-BBY/IWK-KK/IV/2013, antara PT PAL dengan koperasi peran serta masyarakat Buy Bau Yamane tentang pembangunan perkebunan kelapa sawit pola kemitraan.

Pada surat perjanjian, salah satu kewajiban yang paling utama dari PT PAL adalah mendirikan dan atau menyediakan pabrik pengolahan TBS menjadi Crude Palm Oil (CPO) di lahan perkebunan atau sekitarnya.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar