Simon Motte: Pelaku Seni Harus Mampu Manfaatkan Kemajuan Teknologi

SUASANA | Suasana kegiatan peningkatan kapasitas tata kelola kapasitas lembaga kesenian. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
SUASANA | Suasana kegiatan peningkatan kapasitas tata kelola kapasitas lembaga kesenian. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga menggelar kegiatan ‘pembinaan kesenian yang masyarakat pelakunya dalam daerah kabupaten/kota.

Kegiatan peningkatan kapasitas tata kelola lembaga kesenian tradisional di Kabupaten Mimika, berlangsung di salah satu hotel di Mimika, Rabu (1/9/2021), diikuti 50 orang terdiri dari perwakilan sanggar dan guru Slseni di tingkat SMA dan SMP. 

Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kabupaten Mimika, Simon Motte, dalam sambutannya mengatakan seni budaya menduduki poin penting yang mendasar dalam pembangunan suatu daerah.

Hal itu, menurut dia, peran seni budaya adalah sebagai pembangunan karakter untuk terus mendidik dan mengajarkan tentang kearifan lokal pada generasi dengan dasar kesenangan dan kebutuhan untuk memahami seni budaya sebagai identitas pada daerahnya.

“Secara umum semakin generasi muda kita mencintai dan memahami seni budaya leluhurnya sendiri maka tidak akan mudah terkontaminasi oleh budaya-budaya luar,” katanya.

Ia melanjutkan, jika seni budaya dikembangkan dan diberi ruang yang lebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini juga dapat meningkatkan perekonomian suatu daerah.

Di sisi lain, demikian Mote, perkembangan teknologi informasi yang luar biasa dan pelaku seni budaya harus mampu cepat beradaptasi dan memanfaatkan percepatan teknologi. Pelaku seni tidak alergi dengan perkembangan teknologi informasi tanpa meninggalkan jati diri budaya asal.

“Transformasi teknologi informasi komunikasi dan budaya global disikapi dengan arif dan bijaksana serta sehingga dapat mengambil manfaatnya bukan dimanfaatkan,” ujarnya.

Dikatakan pula, salah satu potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Mimika adalah seni ukir dan anyam serta beragam jenis kesenian yang masih aktif berkarya melalui sanggar-sanggar maupun kelompok seni. Beberapa di antaranya merupakan binaan dari Dinas Pariwisata kebudayaan pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika.

“Kegiatan peningkatan kapasitas tata kelola lembaga kesenian tradisional yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu kegiatan strategis mengingat Mimika memiliki kekayaan budaya nilai kearifan lokal yang luhur serta memiliki ekspresi kebudayaan yang autentik dan beberapa lainnya yang merupakan hasil akulturasi,” serunya.

Juga tak kalah penting, kata dia, wujud nyata bagaimana pemda terlibat aktif mendorong kelompok sanggar Mimika dalam mempertahankan dan mempromosikan budaya daerah dengan melibatkan masyarakat asli Mimika agar memanfaatkan kesempatan yang ada.

“Saya berharap melalui kegiatan ini para pelaku seni di Kabupaten Mimika selalu berinovasi dan beradaptasi mengelola sanggar sanggar yang ada dan kelompok seni dengan memanfaatkan fasilitas pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sanggar masing-masing apalagi dalam menyambut 2 event besar yaitu PON XX Papua dan Pesparawi di Tanah Papua tahun 2021 yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2021 nanti,” pungkasnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.