SIPD Belum Stabil, Pemkab Mimika Kembali Gunakan SIMDA

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Lukas Luli Lasan.
Lukas Luli Lasan

TIMIKA | Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua kembali menggunakan Sistim Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) untuk penginputan program kerja termasuk keuangan tahun anggaran 2021.

Padahal sebelumnya setiap Organisasi Perangkat Daerah “dipaksa” untuk menggunakan Sistim Informasi Pembangunan Daereh (SIPD) sebagai aplikasi baru buatan Kemendagri menggantikan SIMDA yang selama ini gunakan.

Ironisnya, aplikasi ini belum sepenuhnya sempurna karena ada sejumlah masalah diantaranya terkait dengan pelaporan dan penatausahaan keuangan.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lukas Luli Lasan mengatakan, saat ini pihaknya tengah mentransfer data dari SIPD kembali ke SIMDA.

“Sementara ini sistim SIPD belum stabil sehingga kami diperbolehkan menggunakan aplikasi lain di luar SIPD. Kami sudah koordinasi dengan BPKP, mereka sudah enam hari disini mendampingi kami untuk transfer dari SIPD ke SIMDA, dan sudah siap juga tinggal menunggu tandatangan,” jelas Lukas saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/2/2021).

Ia menjelaskan, pada aplikasi SIPD proses penginputan penganggaran bisa berjalan dengan baik, tetapi ketika memasuki proses pelaporan dan penatausahaan keuangan aplikasi tidak bisa berjalan dengan baik.

“SIPD kan waktu itu perencanaan penganggaran bisa, makanya kita diminta untuk kembali gunakan SIMDA. Tapi tetap input ke SIPD juga. Jadi dua duanya jalan,” ucapnya.

Saat ini sistim SIPD sedang diperbaiki sesuai dengan petunjuk dari gubernur Provinsi Papua.

“Tinggal program dan sub program tapi itu rananya Bappeda untuk perbaiki itu, sementara dalam proses perbaikan seandainya kalau sudah selesai kami akan kirim ke DPRD untuk minta persetujuan. Setelah persetujuan keluar kami akan bawa ke Jayapura untuk kita gunakan penetapan APBD,” terangnya

Untuk diketahui, APBD Mimika tahun anggaran 2021 sebesar Rp.3.6 triliun atau tepatnya Rp 3.639.754.268.763,-.

 

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Batt
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga