‘Sistem Tempel’ Peredaran Sabu di Timika Sulitkan Polisi

Ilustrasi (Foto: Dok/SP)
Ilustrasi (Foto: Dok/SP)

TIMIKA | Hingga penghujung tahun 2020, Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika, Papua sudah menangani 21 tersangka yang terjerat dalam tindak pidana Narkotika jenis sabu.

Kasatreskoba Polres Mimika, AKP Mansur menjelaskan, barang bukti yang didapatkan dari para pelaku tercatat sebanyak 116,69 gram.

“Ini kalau kita lihat jaringannya, rata-rata (dikirim) dari Jawa Timur, Madura,” kata AKP Mansur di ruang kerjanya, Rabu (18/11).

Para pelaku beserta barang bukti yang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Timika, berjumlah 15 orang.

“Jadi yang belum itu tangkapan yang di atas Bulan Juli,” kata Mansur.

Adapun modus yang digunakan pelaku, disebut AKP Mansur adalah ‘sistem tempel’.

IKLAN-TENGAH-berita

Isitilah ‘sistem tempel’ ini dikarenakan mulai dari bandar, pemasok, pengantar dan pengedar tidak saling mengenali dan bahkan belum pernah saling bertemu.

Hal tersebut yang mengakibatkan Polisi sulit mengungkap induk jaringan bandar sabu di Timika.

“Kita kesulitan mengungkap pelaku, siapa yang ada di atas ini. Karena mereka tidak saling mengenal, sistem terputus,” terang AKP Mansur.

Dominan kasus yang ditangani Satreskoba berkisar pada Bulan Januari ke Februari, yakni sebanyak 15 perkara. Serta di Bulan Agustus, Polisi mengamankan 50,94 gram sabu dari oknum penjual sate.

Penangkapan yang dilakukan Polisi di Bulan Agustus merupakan penangkapan terbanyak di tahun ini.

Saat itu penggerebekan dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika, AKBP IGG Era Adhinata.

“Bagi masyarakat belum pernah mencoba Narkoba, janga mencoba Narkoba. Stop gunakan Narkoba. Bagi yang mengetahui adanya peredaran Narkoba, silakan melapor ke kami,” imbau AKP Mansur.

 

Reporter: Yonri Revolt
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar