seputarpapua.com

Soal 20.000 Honorer Diajukan Jadi ASN, Klemen: Jangan Ada Muka Baru

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Wagub Papua Klemen Tinal (Foto: Sevianto/Seputarpapua)
Wagub Papua Klemen Tinal (Foto: Sevianto/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Provinsi Papua telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait penyelesaian data 20.000 tenaga honorer.

Sebelumnya, pemprov mengajukan sebanyak 64.000 data tenaga honorer untuk kemudian diangkat menjadi ASN. Namun, jumlah itu terlalu banyak karena berdasarkan kesepakatan hanya 20.000 honorer.

Wakil Gubernur Klemen Tinal mengaku permasalahan jumlah data honorer ini sudah diselesaikan Dirjen dari Kemenpan RB.

Lebih lanjut, Klemen menjelaskan 20.000 tenaga honorer yang diajukan 10.000 dari Kabupaten, 2.000 dari Provinsi, sedangkan 8.000 sisanya merupakan tambahan.

Wakil Gubernur dua periode itu berharap agar 20.000 yang sudah diajukan itu diutamakan untuk diangkat.

“Saya kemarin minta untuk 20.000 itu jangan sampai muka baru semua dan kita (Pemprov) terkesan mengabaikan honorer yang sudah lama. Jadi yang lama ini dulu kita utamakan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua agar kedepannya untuk perekrutan tenaga honorer tidak dilakukan seenaknya.

Sebelumnya diberitakan Seputarpapua.com Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana meminta Pemprov Papua untuk menyelesaikan data 20.000 tenaga honorer.

Ia mengungkapkan 20.000 ini merupakan usulan Wakil Gubernur bersama para bupati kepada Menpan RB dan BKN kemudian disetujui.

“Tapi kemudian 20.000 membengkak menjadi 64.000. Dan 64.000 ini 44.000 dari mana. Itukan, kita minta sudahlah, 20.000 selesaikan dulu, nanti kemudian kita lihat lagi,” katanya.

Reporter: Anya Fatma
Editor: Sevianto
Berita Terkait
Baca Juga