Soal Dugaan Korupsi di Puskesmas Wania, Polisi dan APIP akan Gelar Perkara

Ipda Lexi Mediyanto
Ipda Lexi Mediyanto

TIMIKA | Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika, Papua, akan melakukan gelar perkara
terkait dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Puskesmas Wania.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP M Burhanudin Yusuf Hanafi melalui Kanit III Tipidkor pda Lexi Mediyanto mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan dana BOK pada Puskesmas Wania.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atau Inspektorat Mimika untuk melakukan gelar perkara.

“Kami sudah pernah melakukan gelar perkara. Tapi sebagai tindaklanjutnya, kami akan gelar perkara dengan APIP lagi,” kata Lexi di ruang kerjanya, Selasa (23/6).

Gelar perkara dengan APIP ini diperlukan, untuk menentukan apakah dugaan kasus ini masuk ke ranah tindak pidana korupsi (Tipidkor) atau hanya dikenakan pasal pungutan liar (pungli).

“Kalau mengarah ke tipidkor, maka kami akan koordinasi dengan Badap Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP), untuk mengetahui apakah ada kerugian negara atau tidak,” terangnya.

IKLAN-TENGAH-berita

Perlu diketahui, dana BOK yang dikelola oleh Puskesmas Wania ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN), dengan tahun anggaran 2019.

Dugaan korupsi yang dimaksud berkaitan dengan penyalahgunaan dana BOK yang bersumber dari APBN non fisik tahun anggaran 2019. Serta dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yang diperuntukkan untuk BPJS Kesehatan.

Dari penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan dana BOK tersebut, Satreskrim sudah meminta keterangan beberapa pihak, termasuk mengumpulkan bukti-bukti. Taksiran kerugian pada penyalahgunaan dana BOK kurang lebih Rp450 juta.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar