Soal Honorer di Mimika Bukan Soal “Like” dan “Dislike”

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi

TIMIKA | Bupati Mimika, Eltinus Omaleng sebelumnya telah mendorong 3.800 data honorer untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke Provinsi Papua.

Namun, Menpan RB dan BKN memberikan kuota untuk Provinsi Papua hanya 20.000 sementara untuk keseluruhan tenaga honorer yang diusulkan oleh Provinsi Papua secara keseluruhan berjumlah 64 ribu.

Terkait pengangkatan honorer, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, di Mimika ada pegawai honorer sudah bekerja selama 5,10 dan 12 tahun. Ada juga baru beberapa bulan dan satu tahun.

“Yang kita mau verifikasi jangan sampai yang berapa bulan ini juga masuk dalam daftar. Kita harus prioritaskan sesuai dengan masa kerjanya betul-betul aktif atau tidak, jangan sampai aktif sudah lama tapi tidak pernah masuk kantor juga, hal ini yang harus kita evaluasi,” kata Wabup saat diwawancarai awak media, Kamis (4/3/2021).

Ia mengatakan yang harus dilihat adalah masa kerja, kebutuhan dan beberapa hal lainnya.

“Kita bisa tau toh mana yang prioritas dan mana yang tidak prioritas. Bukan unsur like dan dislike,” ungkapnya.

Untuk syarat lama kerja seorang tenaga honorer yang nantinya diangkat, Wakil Bupati mengatakan dirinya tidak mengetahui pasti, namun semua akan disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan honorer.

“Saya tidak tau sekarang kan kita ini dikasih jatah-jatah sekian untuk Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ada yang untuk CPNS sesuai itu saja,” tuturnya.

 

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Misba
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga