Solidaritas Ebamukai Kembalikan Dana Beasiswa Veronica Rp700 Juta Lebih

Veronica Koman( Foto: ACFID/Amnesty Internasional)
Veronica Koman( Foto: ACFID/Amnesty Internasional)

JAYAPURA | Tim Solidaritas Ebamukai untuk Veronica Koman di Jakarta diwakili eks tapol Ambrosius Mulait dan Dano Tabuni didampingi pengacara HAM, Michael Himan, Rabu (16/9) telah mengembalikan uang beasiswa Veronica Koman kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Selain itu, kami juga mengembalikan Bendera Merah Putih, serta secara simbolis mengembalikan Status Otonomi Khusus Papua berupa salinan Undang-undang Otsus, dan secara simbolis mengembalikan Dana Otonomi Khusus Papua berupa uang receh sebesar satu juta rupiah kepada Pemerintah Indonesia,” kata Ambrosius Mulait melalui release press, Rabu (16/9) seperti dilansir Suarapapua.com.

Dikatakan, karena Kantor LPDP tutup, sehingga Tim Ebamukai bergeser ke kantor Kementrian Keuangan.

Katanya, aparat yang berjaga menolak memfasilitasi tim dengan beralasan bahwa semua staf Kemenkeu telah pulang.

“Kami akhirnya menyerahkan pengembalian beasiswa beserta beberapa dokumen kepada petugas Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk dititipkan kepada pak Mahfud MD, karena beliau sudah menanyakan perihal beasiswa Veronica Koman sejak tahun lalu.”tambahnya.

Dana yang diserahkan dengan cara transfer ke rekening LPDP sebesar RP 773.876.918.

IKLAN-TENGAH-berita

Sebelumnya, rakyat Papua ketika mendengar Negara meminta kembali dana beasiswa yang membiayai Veronica kuliah di Australia, secara spontan melakukan Ebamukai atau sumbangan sukarela di semua tempat di Papua. Ada yang mendirikan posko, mengumpulkan uang di pasar dan perempatan jalan, maupun secara online. Upaya penggalangan dana ini pernah dibubarkan paksa sebanyak dua kali oleh kepolisian, yakni di Nabire dan Jayapura.

Mama Yosepha Alomang, tokoh Amungme, pemilik hak ulayat atas wilayah tambang PT Freeport Indonesia, pemenang Yap Thiam Hien Award 1999 mengakui, selama 57 tahun Indonesia telah menghabisi tubuhnya, dengan mengeruk SDA Papua.

“Indonesia ambil isi dari tanah Papua. Engkau pakai kekayaan emas saya untuk sekolahkan ribuan anak-anakmu, tapi saya tidak pernah minta engkau kembalikan. Kini saya memegang kepala dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang Papua, anak-anak saya di mana-mana yang sudah buka hati, mata, dompet untuk bantu anak Vero. Vero jangan mundur tetapi maju terus untuk membela harga diri saya, kami orang Papua. Vero, kamu saya sudah isi di noken aiye,” ucap mama Yosepa Alomang.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar