Tailing Freeport, Pulau Baru dan Habitat Mangrove di Pesisir Mimika

PULAU | Pulau baru yang terbentuk dari endapan tailing ditanami mangroove. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
PULAU | Pulau baru yang terbentuk dari endapan tailing ditanami mangroove. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Tailing atau pasir sisa tambang PT. Freeport Indonesia telah membentuk pulau-pulau baru di kawasan pesisir Kabupaten Mimika, Papua.

Partikel halus dari bebatuan yang tak bernilai ekonomi ini dibuang, namun tetap menjadi perhatian khusus perusahaan dalam hal pengelolaan lingkungan.

Tak dipungkiri, tailing mempercepat proses sedimentasi sehingga membentuk delta-delta atau pulau-pulau baru yang dengan sendirinya akan menambah luasan daratan.

Pulau yang terbentuk dan membuat daratan baru inilah yang kini menjadi habitat baru koloni mangrove. PTFI memberdayakan masyarakat sekitar dalam sebuah proyek penanaman dan perawatan mangrove.

Sejak tahun 2004, PTFI telah menanam 2,6 juta pohon mangrove di kawasan 450 hektar wilayah Muara Ajkwa. Dimana setiap tahun kawasan sekitar 70 hektar menjadi target penanaman.

Gensup Reclamation Biodiversity and Education, PT Freeport Indonesia, Robert Sarwom mengatakan perusahaan berkomitmen untuk terus menanam mangrove selama perusahaan berproduksi.

“Kita akan tanam sampai akhir, sampai Freeport selesai. Selama masih ada endapan atau pulau baru yang terbentuk dari proses produksi kami, kami akan tangani,” ucap Roberth.

Ia memastikan 100 persen dampak dari produksi yaitu terbentuknya daratan baru di wilayah pesisir akan ditanami mangrove.

Perusahaan juga pernah bekerjasama dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan tetapi lokasi penanamannya cukup jauh.

Menurut dia, kerusakan pohon mangrove sebenarnya akibat ulah manusia salah satunya seperti penebangan liar yang dilakukan, namun penebangan tidak terjadi di areal penanaman oleh perusahaan.

“Kalau lewat ke arah Poumako bisa kelihatan sekali penebangan dengan pembukaan makin lebar,” ungkap Roberth.

Penebangan di area perusahaan biasanya oleh masyarakat yang mencari ikan, tetapi tidak bisa disalahkan karena itu memang lokasi mereka untuk mencari ikan.

“Di areal sini tidak ada penebangan. Kalau satu atau dua pohon untuk buat rumah ada, tapi skala besar untuk komeersil atau industri tidak ada,” katanya.

*Manfaat Penanaman Mangrove*

Robert menjelaskan, secara tidak langsung perusahaan melibatkan masyarakat untuk program reklamasi penanaman dengan bekerjasama dengan perusahaan milik masyarakat asli Papua.

Selain itu, dengan penanaman ini tentu menambah luasan hutan mangrove.

Hutan mangrove ini mendatangkan berbagai jenis ikan yang menjadi penghuni tetap karena disitu banyak makanan dan menjadi tempat makan ikan.

Dengan begitu masyarakat tidak perlu lagi mencari ikan keluar dari Muara atau ke tengah laut karena di hutan mangroove sudah tersedia berbagai jenis ikan.

“Sehingga jadi tempat mata pencaharian mereka karena tentu mendatang berbagai jenis ikan yang menjadi penghuni,” jelasnya.

Di lokasi penanaman pada pulau baru yang terbentuk itu juga, ada banyak burung migran yang menjadikan tempat itu persinggahan atau menjadi sarang mereka.

Dengan adanya kolonisasi mangrove ini, jumlah dan jenis ikan bertambah masuk ke dalam areal yang ditanami kemudian bertelur dan berkembang biak sehingga mengundang burung datang.

“Jadi kalau boleh dibilang tempat yang kosong itu kembali jadi habitat yang disukai berbagai jenis satwa terutama jenis burung,” katanya.

Robert mengaku senang karena dari sisi pemanfaatan masyarakat bisa mendapatkan tempat mencari ikan lebih dekat.

Selain itu, penanaman ini juga membantu pemerintah dalam mengurangi efek rumah kaca.

“Dengan penanaman mangroove, lahan terbuka makin berkurang sehingga efek rumah kaca makin berkurang,” katanya.

reporter : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.