Tangani ODGJ di Mimika, Relawan Ini Buka Donasi untuk Rumah Singgah

Tim relawan teras peduli bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan kepolisian membantu salah seorang ODGJ yang mengalami infeksi jari karena cincin. (Foto: Ist)
Tim relawan teras peduli bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan kepolisian membantu salah seorang ODGJ yang mengalami infeksi jari karena cincin. (Foto: Ist)

TIMIKA | Untuk menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) relawan Teras Peduli berinisiatif untuk membangunkan rumah singgah bagi mereka yang membutuhkan perhatian karena mengalami gangguan kejiwaan.

Dimana situasi di Mimika kini sudah terlihat banyak ODGJ yang terkesan ‘terlantar’ tanpa ada sentuhan perhatian.

Mewakili Teras Peduli, Mardiana Waas menuturkan saat ini di Mimika sudah ada sebanyak 47 jiwa yang tergolong ODGJ. 47 orang ini sangat membutuhkan perhatian, salah satunya adalah tempat dan pengobatan yang layak sehingga diharapkan dapat sembuh.

“Jadi itu sudah kita mulai bergerak sudah dari tahun lalu sudah jalan meskipun waktu itu tanpa ada sentuhan pemerintah. Ada sekitar 47 orang tapi belum ditambah dengan yang kemarin lempar kaca mobil, itu kita juga belum bisa memvonis dia terkena gangguan kejiwaan karena belum diperiksa oleh dokter,” katanya kepada Seputarpapua.com, Kamis (15/9/2022).

Mardiana menjelaskan saat ini ada 2 kapling tanah yang disiapkan untuk pembangunan rumah singgah bagi ODGJ oleh donatur.

“Satu kaplingnya di hibahkan tapi satunya lagi kita bayar sehingga kita open donasi untuk pembayaran tanah dulu kemudian baru kita akan membuat surat ijin ke pemerintah untuk pembangunan rumah singgah,” jelasnya.

Mardiana bercerita, awalnya mereka tergerak sendiri untuk menangani ODGJ di Mimika dengan rutin memberikan makan, pakaian, sesekali memotong kuku dan membersihkan mereka.

“Perlahan kami coba laporkan ke dinas terkait karena semua kan harus melalui dinas juga, seperti kemarin kami melihat satu ODGJ yang jarinya infeksi karena cincin, jadi kami laporkan ke Dinas Sosial dan Dinkes serta kepolisian sehingga sama-sama kami tangani,” ungkapnya.

Sebagai relawan yang bekerja tanpa memandang upah, Teras Peduli tentu berharap pemerintah juga bisa membuka mata untuk memperhatikan ODGJ.

“Kalau dari kami memang sangat ingin pemerintah membuka mata bahwa ada mereka (ODGJ) disekitar kita ini membutuhkan perhatian khusus. Kami harap lihat mereka, jangan hanya duduk di kursi saja. Selama ini kami jalan tanpa upah tapi kami peduli dengan situasi yang terjadi di Mimika, ada juga donatur yang membantu, seandainya pemerintah mengulurkan bantuan pasti bisa tertangani juga lebih baik,” ungkapnya.

Ia mengatakan tujuan mereka untuk membuat rumah singgah bagi ODGJ ini agar semua ODGJ bisa tertampung dan diberikan pengobatan.

“Karena kasihan mereka terlantar, mereka mau dikemanakan, tidak ada pengobatan, kalau ada rumah singgah ini kita tampung sambil mengobati kalau sudah sembuh kita tinggal kembalikan ke keluarga,” ujarnya.

Selain itu ia juga tidak serta merta menyalahkan keluarga dari ODGJ yang secara manusiawi bisa saja merasa lelah dan menyerah.

“Alangkah bagusnya kalau ada rumah singgah, karena kami juga sempat berkomunikasi dengan dokter RSJ Abepura yang didatangkan Dinsos saat pengobatan ODGJ di Mimika, beliau sampaikan jika sudah ada rumah singgah beliau siap kapan saja kita butuhkan, makanya kami berani untuk open donasi,” ujarnya.

Menurutnya di Mimika juga sangat diperlukan dokter ahli dalam menangani masalah ODGJ.

“Selain rumah singgah, dokter juga sangat penting sebab kita tidak bisa memvonis seseorang gangguan jiwa tanpa ada dokter yang memeriksa mereka, untuk itu seandainya bisa ada dokter itu sangat baik sekali,” pungkasnya.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Felix

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.