Tarif Transportasi Tak Naik Saat Normal Baru, Pemerintah Kaji Subsidi

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (Foto: Facebook/ Kementerian Perhubungan)
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (Foto: Facebook/Kementerian Perhubungan)

JAKARTA | Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tarif transportasi tidak serta merta mengalami kenaikan saat penerapan normal baru, karena itu pemerintah perlu mencari skema, baik melalui subsidi ataupun skema lainnya.

“Kenaikan tarif tidak serta merta bisa dilakukan karena akan membebani masyarakat, sehingga perlu adanya solusi apakah pemerintah akan menambah subsidi atau mengupayakan kebijakan lainnya,” ujar Menhub dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (7/6).

Namun, ia mengakui bahwa dalam normal baru perlu diterapkan jaga jarak (physical distancing) yang menyebabkan tingkat keterisian angkutan transportasi tidak bisa 100 persen.

“Tantangan dalam melakukan adaptasi kebiasaan baru di sektor transportasi pasti ada. Dalam penerapan protokol kesehatan dan physical distancing pastinya akan berimplikasi pada meningkatnya cost operasional transportasi, karena okupansi tidak 100 persen. Ini yang harus segera kita cari solusinya,” ungkap Menhub.

Sementara itu, di satu sisi, operator transportasi harus mengeluarkan dana lebih untuk mengakomodasi protokol kesehatan, namun di sisi lain pendapatan mereka berkurang akibat okupansi yang tidak bisa 100 persen.

Untuk itu, Menhub mengungkapkan perlu kolaborasi dan saling dukung dari para pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi, maupun organisasi masyarakat.

IKLAN-TENGAH-berita

“Tantangan itu harus kita hadapi bersama sesuai prinsip ‘berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing’ sesuai dalam tradisi kegotongroyongan kita,” ujar Menhub.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar