Tata Pasar SP 2 dan SP 3, Disperindag Diminta Tidak Takut Oknum Tertentu

KUNKER - Komisi B DPRD Mimika saat melakukan kunker ke Pasar SP 2. Foto : Muji/SP
KUNKER | Komisi B DPRD Mimika saat melakukan kunker ke Pasar SP 2. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Komisi B DPRD Mimika, Papua kembali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke pasar-pasar tradisional. Kali ini, para perwakilan rakyat itu mengunjungi Pasar di SP 2 dan SP 3.

Dari kunker yang dilakukan, Kamis (29/10), mereka menemukan banyak masalah dan keluhan dari para pedagang, mulai dari penataan pasar, berdirinya bangunan yang menutupi para pedagang, serta adanya penarikan retribusi yang jumlahnya cukup fantastis.

Usai kunjungan, Komisi B DPRD Mimika meminta agar Disperindag selalu intansi teknis segera melakukan penataan dan penertiban serta tidak takut dengan oknum-oknum yang ada di balik pasar-pasar tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Mimika Rizal Pata’dan mengatakan, kunjungan yang dilakukan khususnya di Pasar SP 2, pihaknya melihat pemerintah tidak berdaya.

Ketidakberdayaan pemerintah ini terlihat dari banyaknya masalah yang ditemui di pasar tersebut termasuk pembangunan los-los liar di dalam.

“Pedagang mengeluh pada kami, karena seolah-olah ada pemerasan, namun mereka tidak berdaya. Ini seharusnya pemerintah harus hadir untuk melindungi masyarakatnya,” kata Rizal usai kunker.

IKLAN-TENGAH-berita

Perlindungan yang dimaksudkan adalah, pemerintah harus memberi kejelasan dan ketegasan menyangkut lahan. Apakah itu milik oknum pribadi atau pemerintah.

“Kami minta pemerintah harus jelas menegaskan lahan itu milik siapa. Sehingga, pasar itu bisa ditata dengan baik,” ujarnya.

Prev1 of 3

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar