Tenaga Pendidik di Papua Diusulkan Jadi Prioritas Penerima Vaksin

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua Christian Sohilait. Foto: Papua.go.id
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua Christian Sohilait. (Foto: Papua.go.id)

TIMIKA | Tenaga pendidik, seperti guru dan dosen di Provinsi Papua diusulkan menjadi penerima vaksin Sinovac prioritas, selayaknya tenaga kesehatan.

Hal demikian, karena tenaga pendidik memiliki tugas yang langsung berinteraksi dengan murid maupun mahasiswa (dengan jumlah puluhan jiwa dalam satu kelas), saat sistem pembelajaran tatap muka, mulai dibuka.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua Christian Sohilait mengatakan, penekanan agar tenaga pendidikan divaksin prioritas sebab penting bagi kesehatan mereka dan murid atau mahasiswa. Apalagi mereka ini kan berinteraksi langsung dengan murid ketika belajar ketika tatap muka mulai digiatkan”.

“Maka itu, sekali kita ingatkan bahwa betapa pentingnya keselamatan dan keamanan guru, dosen dan murid serta mahasiswa yang melaksanakan serta mengikuti proses belajar mengajar khususnya secara luring atau tatap muka di sekolah,” terang Kadis Pendidikan di Jayapura dilansir dari Papua.go.id, Kamis (21/1/2021).

Menurut dia, saat ini Provinsi Papua memiliki tenaga pendidik guru sebanyak 18 ribu orang. Jumlah itu belum ditambah dengan tenaga kependidikan yang totalnya mencapai 22 ribu orang.

Sementara itu, untuk tingkat perguruan tinggi, tercatat di Papua terdapat sebanyak 4000 dosen, dengan jumlah mahasiswa dari 46 perguruan tinggi maupun tiga perguruan tinggi negeri, yang jika ditotalkan bisa mencapai 41 ribu orang.

IKLAN-TENGAH-berita

“Belum lagi jika anak-anak sudah masuk sekolah, dimana jika dihitung-hitung totalnya bisa mencapai 600 ribu orang yang sudah termasuk jenjang SD, SMP, SMA hingga SLB. Maka itu, kita harap nanti jika pemberian vaksin yang dibagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama diutamakan bagi tenaga kesehatan, nah untuk tahap selanjutnya diharapkan bisa diberikan bagi tenaga pendidik,”jelasnya.

“Sehingga ketika pembelajaran tatap muka digelar, semua tenaga pendidik sudah divaksin dan bisa dinyatakan aman ketika berinteraksi dengan murid atau mahasiswa,” tambahnya.

 

Editor: Misba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar