Teras Peduli Open Donasi untuk Bedah Gubuk Tua Nenek Yohana Wondani

KUNJUNGI | Tim Relawan Teras Peduli saat mengunjungi rumah Nenek Yohana Wondani yang sudah tidak layak untuk dihuni. (Foto: Ist)
KUNJUNGI | Tim Relawan Teras Peduli saat mengunjungi rumah Nenek Yohana Wondani yang sudah tidak layak untuk dihuni. (Foto: Ist)

TIMIKA | Tim Relawan Teras peduli membuka donasi untuk bisa membedah rumah Mama Yohana Wondama yang beralamat di Jalur 1 Kampung Mulia Kencana, SP7, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika.

Tim Teras Peduli pada Jumat (7/1/2022) mengunjungi rumah dari Nenek Yohana Wondani.

“Beliau senang kami datang, pada saat kami datang Mama Yohana tidak di rumah, kami menunggu, tidak lama kemudian beliau datang, dari jauh wajahnya sudah tersenyum melihat kami,” kata Mardiana Waas mewakili tim Teras Peduli, Minggu (9/1/2022).

Mardiana menjelaskan rumah Nenek Yohana memang sudah tidak layak untuk dihuni, kondisinya lembab, basah dan gelap.

“Bila memungkinkan dan atas izin Allah kami ada membedah rumah nenek Yohana, Kami rencana akan sedikit merombak rumah, membuat rumah yang setengh panggung mungkin setinggi lutut agar Mama tidak basah disaat tidur bilamana hujan turun, seandainya dananya ada lebih, kami akan memberikan listrik untuk penerangan seperti yang kami buat dibedah rumah sebelumnya,” jelasnya.

Untuk itu pihak relawan teras peduli membuka donasi berupa material maupun dana tunai.

Untuk material, pihaknya membutuhkan kurang lebih dua kubik papan kayu putih, satu kubik balok 5×5, satu kubik balok 5×10, seng 40 lembar, Paku 10, paku 7, paku 5 dan paku seng.

“Semoga banyak terketuk hatinya, kita hidup dan mencari di Tanah Papua harus bisa peduli dengan yang punya tanah. Kami butuh support berupa material atau pun dana tunai karena kami akan kumpulkan kemudian satu kali dibawa ke SP7 lalu langsung kerja mengingat jarak yang lumayan jauh,” ucapnya.

Untuk itu bagi siapa saja yang mau memberikan sumbangan agar rumah Nenek Yohana dibangun dengan layak bisa langsung menghubungi nomor telepon 0822-3906-9161.

Diberitakan Seputarpapua.com sebelumnya, Nenek Yohana Wondani (67), adalah seorang wanita asal Kampung Sugapa. Nenek Yohana hanya tinggal sebatang kara, berjuang memelihara babi dan berjualan.

Gubuk yang ditinggali oleh Nenek Yohana berusia sekitar 15 tahunan yang merupakan buatan tangan sang anak yang sudah menghadap sang khalik tampaknya sangat disayangi oleh Nenek Yohana.

Didalam gubuk tersebut hanya ada dapur dan tempat untuk tidur yang disamping tempat tidur terdapat tumpukan kayu bakar, juga satu tungku api untuk Yohana memasak makanan babi juga makanan untuk dirinya sendiri.

Sejak sang suami meninggalkan dunia untuk selamanya, dua anaknya pulang ke kampung bahkan satu anaknya meninggal dunia, semua yang meninggal disaat tidak bersama dengan Nenek Yohana melainkan meninggal di Kampung Sugapa, sehingga saat ini Nenek Yohana hanya bisa berjuang sendiri di kota Mimika.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.