Terdakwa Cabul Anak di Timika Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp2 Miliar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
TERSANGKA | DFL, tersangka atas kasus asusila dan kekerasan terhadap 25 anak di SATP. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
TERSANGKA | DFL, tersangka atas kasus asusila dan kekerasan terhadap 25 anak di SATP. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Terdakwa Doni kasus pencabulan sejumlah siswa di Sekolah Asrama Taruna Papua, Papua divonis 18 tahun dan denda Rp2 miliar dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Klas II Kota Timika, Kabupaten Mimika, Selasa (28/9/2021) sore.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Ida Bagus Bamadewa Patiputra serta hakim anggota, Muhammad Irsyad Hasyim dan Wara LM Sombolinggi, dijalankan dengan menghadirkan terdakwa via Skype.

Dalam sidang, penasehat hukum terdakwa tidak hadir.

Dari persidangan sebelumnya, Majelis Hakim menyebut, ada pemaksaan yang dilakukan terdakwa kepada korban dalam perbuatan cabul yang dilakukannya.

Pernyataan saksi-saksi juga tidak dibantah dan tidak dinyatakan keberatan oleh Doni.

Dijelaskan Hakim Wara, terdakwa dalam perkara ini berstatus sebagai tenaga kependidikan. Sedangkan korbannya adalah anak-anak didik di SATP.

“Korbannya adalah anak-anak yang juga berada di satu tempat yang sama dengan terdakwa yakni Sekolah Asrama Taruna Papua,” kata Hakim Wara membacakan pertimbangan putusan.

Karena Terdakwa Doninmenurut Hakim Ketua, secara sah dan meyakinkan bersalah dalam kasus yang dihadapinya maka putusan pidana penjara dijatuhkan 18 tahun dan denda Rp2 miliar.

“Jika denda tidak dibayarkan akan diganti dengan kurungan penjara selama enam bulan. Barang bukti berupa kaos, celana pendek dan kabel listrik sepanjang 97 centimeter dirampas untuk dimusnahkan,” ungkap Hakim Ida Bagus.

Majelis hakim memastikan putusan itu telah dipertimbangkan dengan asas keadilan bagi terdakwa, korban, keluarga korban dan masyarakat luas agar kejadian yang sama tidak berulang.

Penjatuhan hukum ini lebih berat 3 Tahun daripada yang dituntut Jaksa Penuntut Umum, Ico Andreas H Sagala.JPU Ico Andreas Sagala pada sidang Selasa, 14 September 2021 lalu menuntut terdakwa dipenjara selama 15 tahun.

Selain itu, jaksa juga menuntut agar terdakwa membayar denda senilai Rp 5 Miliar subsider satu tahun penjara.

Tuntutan jaksa itu berdasarkan penilaian bahwa Terdakwa Doni melanggar Pasal 76 E UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 82 Ayat (1) dan Ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal 76 C UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 80 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Untuk diketahui, terdakwa ditahan sejak 12 Maret 2021 terkait kasus perbuatan cabul dan kekerasan terhadap anak.

Diduga korbannya mencapai 25 anak. Kasus ini terungkap setelah seorang korban terakhir, anak di bawah umur melaporkan kejadian yang dialaminya kepada guru.

Reporter: Saldi
Editor: Mish
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
LIVE - PENGUKUHAN EXCO DAN PELANTIKAN PENGURUS ASKAB PSSI MIMIKA PERIODE 2019-2023
LIVE - PENGUKUHAN EXCO DAN PELANTIKAN PENGURUS ASKAB PSSI MIMIKA PERIODE 2019-2023
Tuntut Pertanggungjawaban, Warga Korban Kecelakaan Tutup Jalan Cenderawasih Timika
Tuntut Pertanggungjawaban, Warga Korban Kecelakaan Tutup Jalan Cenderawasih Timika
Jelang Peparnas, Papua Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik
Jelang Peparnas, Papua Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik
Sukseskan Peparnas XVI Papua 2021
Sukseskan Peparnas XVI Papua 2021
Ada Joker di Laga Estafet PON XX Papua
Ada Joker di Laga Estafet PON XX Papua
Wajah di Balik Kangpho dan Drawa PON XX
Wajah di Balik Kangpho dan Drawa PON XX
Pecahkan Rekor Berusia 21 Tahun, Atina Dulang Emas Lempar Lembing Putri PON XX Papua
Pecahkan Rekor Berusia 21 Tahun, Atina Dulang Emas Lempar Lembing Putri PON XX Papua
Meski Cedera, Alvin Tehupeiory Tambah Emas untuk Maluku dari  400 M Gawang Putri
Meski Cedera, Alvin Tehupeiory Tambah Emas untuk Maluku dari 400 M Gawang Putri
Kalahkan Bali, Tim Basket Putri Jatim Raih Medali Emas
Kalahkan Bali, Tim Basket Putri Jatim Raih Medali Emas
Odekta Elvina Naibaho, Persembahkan Medali Emas Terakhirnya di PON XX Papua
Odekta Elvina Naibaho, Persembahkan Medali Emas Terakhirnya di PON XX Papua
Baca Juga