Terinfeksi Virus ASF, Puluhan Ternak Babi di Dimusnahkan

Tampak pemusnahan ternak babi yang terinfeksi virus ASF di Kabupaten Jayapura. (Foto: Dok warga)
Tampak pemusnahan ternak babi yang terinfeksi virus ASF di Kabupaten Jayapura. (Foto: Dok warga)

JAYAPURA, Seputarpapua.com | Puluhan ternak babi yang berada di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua dimusnahkan atau depopulasi lantaran terinfeksi virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Pemusnahan dengan cara dikubur ini sebagai bentuk pencegahan agar ternak babi yang terinfeksi virus ASF tidak menular ke peternakan lainnya.

“Hari ini kita melakukan depopulasi atau pemusnahan terbatas terhadap ternak hidup yang terinfeksi virus ASF. Ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus ini (yang) semakin meluas di Kabupaten Jayapura,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Adorsina Wompere kepada awak media di Sentani, Sabtu (8/6/2024).

Adorsina menyebut, sejak Januari hingga Maret 2024, sedikitnya 90 ekor ternak babi di Kampung Harapan mati akibat terinfeksi virus ASF.

“Ini hanya terjadi di Kampung Harapan. Sementara untuk daerah lainnya belum ada, sehingga kita lakukan pemusnahan ini supaya tidak meluas ke tempat lain,” bebernya.

Selain itu, untuk mencegah penyebaran virus ASF semakin meluas pihaknya menghentikan sementara pengiriman daging dan ternak babi ke wilayah Pegunungan Papua.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Papua bersama Badan Karantina Hewan bahwa sejak tanggal 5 Juni kemarin tidak lagi melakukan pengiriman daging babi maupun ternak hidup ke wilayah pengunungan sampai jangka waktu 2 bulan kedepan. Ini untuk mencegah agar virus ini tidak meluas,” ungkapnya.

Adorsina menghimbau seluruh masyarakat peternak babi di Kabupaten Jayapura untuk tidak panik. Pemerintah terus melakukan langkah pencegahan agar virus African Swine Fever tidak berdampak pada seluruh peternak di Papua khusus Kabupaten Jayapura.

“Jadi virus ini tidak menular ke manusia, namun memang dalam ternak babi masyarakat harus menjaga kebersihan kandang, dan apabila ada gejala masyarakat dapat melaporkan agar segera dilakukan pencegahan,” tandasnya.

penulis : Firga
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan