Terjaring PSDD, Seorang Pemuda di Timika Kabur Setelah Reaktif Rapid Test

KABUR - Pemuda yang mengendarai sepeda motor, kabur setelah menjalani rapid test dan hasilnya reaktif, Kamis (28/5).
KABUR - Pemuda yang mengendarai sepeda motor, kabur setelah menjalani rapid test dan hasilnya reaktif, Kamis (28/5).

TIMIKA | Tim Keamanan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mimika tengah mencari seorang pemuda yang melarikan diri usai terjaring operasi Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD), Kamis (28/5).

Celakanya, pemuda bernama Mikael Adii (22 tahun) yang beralamat di Jalan Budi Utomo, kompleks SMP Negeri 2 Timika, itu kabur setelah menjalani rapid test dan hasilnya reaktif (positif).

Pemuda tersebut kabur ketika menunggu hasil rapid test untuk penjaringan kasus Covid-19. Ia luput dari pantauan saat Tim Gugus Tugas Covid-19 Bidang Kesehatan tengah memeriksa warga lainnya.

Awalnya, Patroli Roda Dua Unit Perintis Satuan Sabhara Polres Mimika menggiring tiga pemuda ke pos operasi PSDD pertigaan Diana Shopping Center.

Para pemuda yang berboncengan tiga orang itu ditemukan petugas berkeliaran saat jam pembatasan. Ketiganya juga diketahui dalam pengaruh minuman keras beralkohol.

Ketiganya kemudian menjalani rapid test. Dua orang non reaktif dan satu orang reaktif yaitu Mikael Adii yang kemudian melarikan diri. Mikael juga didiagnosis positif malaria terstiana.

Sebelumnya, empat orang yang terjaring operasi PSDD kemudian menjalani rapid test dan hasilnya reaktif, bahkan kabur dari Shelter tempat isolasi di Jalan SP 5.

Keempat orang itu adalah Alkian atau Etiau Labene (33) jenis kelamin laki-laki alamat Kwamki Narama Jalur 4. Rifky (21) jenis kelamin laki-laki alamat Perintis Ujung – Jalan Pejuang.

Kemudian Arianus Tsugumol (45) jenis kelamin laki-laki alamat Jalan Komodo RT 12. Dan Muh. Bakria Sakri (20) berjenis kelamin laki-laki beralamat di SP3.

Juru Bicara Covid-19 Mimika, Reynold Ubra mengakui, memang masih banyak warga yang ditemukan masih beraktivitas pada jam pembatasan sosial. Sekitar 10 persen di antaranya reaktif rapid test.

Karena itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika merekomendasikan agar identitas warga yang reaktif rapid test dan melarikan, untuk diumumkan dan dipublikasikan kepada masyarakat.

“Apabila orang (yang melarikan diri) ini adalah anggota keluarga, saudara atau tetangga dan mengetahuinya untuk dilaporkan ke gugus tugas. Sehingga dilakukan penanganan lebih lanjut,” imbuh Reynold Ubra.

 

Reporter: Sevianto
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar