seputarpapua.com

Terungkap Modus Pelaku Pencabulan Anak di Timika, Manfaatkan Shift Malam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
DFL (30), pelaku pelecehan seksual dan kekerasan terhadap puluhan anak di Mimika, Papua. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
DFL (30), pelaku pelecehan seksual dan kekerasan terhadap puluhan anak di Mimika, Papua. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Penyidik Polres Mimika, Papua, membeberkan modus pelaku pelecehan seksual atau aksi pencabulan terhadap korbannya yang masih anak-anak berusia antara 6 sampai 13 tahun.

Pelaku pelecehan seksual dan kekerasan terhadap puluhan anak di salah satu sekolah berpola asrama di Timika, berinisial DFL (30), sebelumnya telah diperiksa penyidik dari Unit PPA Satreskrim Polres Mimika.

Polisi kemudian membeberkan modus kejahatan pelaku yang berstatus sebagai guru honorer, ketika merilis kasus tersebut di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Sabtu (13/3/2021),

Pelaku mengaku melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dibinanya itu ketika mendapat jadwal atau shift bekerja di malam hari. Kesempatan malam hari itu lah digunakan pelaku melancarkan aksi bejatnya.

“Modusnya pada saat pelaku jaga malam, shift malam di asrama. Kemudian korban diajak ke kamar mandi, setelah itu korban dipaksa untuk oral seks,” terang Kasatreskrim Polres Mimika, AKP Hermanto.

Nafsu bejat pelaku pedofilia itu berkobar lantaran sering memandikan anak-anak yang dibina di asrama tanpa busana. Dari situlah timbul keinginan pelaku mengajak anak-anak melakukan oral seks semata untuk kepuasan syahwatnya.

Mengagetkan lagi, sebut Hermanto, hal ini sudah dilakukan pelaku sejak November 2020. Dari aksi pelaku tidak menutup kemungkinan masih ada lagi korban lain dari jumlah korban yang ada saat ini.

“Keterangan dari pelaku awalnya dia sering memandikan siswanya yang berumur kurang dari 6 sampai 13 tahun dalam keadaan tanpa busana, sehingga ada niatnya untuk melakukan pencabulan itu,” ungkap AKP Hermanto.

Berita Terkait
Baca Juga