Tes Swab Bisa Batalkan Puasa, Berikut Penjelasan Ketua MUI Mimika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SWAB TEST – Pengambilan sampel swab di Labkesda Papua. (Foto: Sevianto Pakiding/ Seputarpapua)

TIMIKA | Ketua MUI Kabupaten Mimika, Ustadz H. Muhammad Amin menerangkan bahwa melakukan swab test atau tes swab dapat membatalkan puasa.

“Tes swab dengan memasukkan sesuatu ke dalam hidung untuk mengambil sampel lendir menjadi problematis dalam kaitannya dengan puasa,” terang Amin kepada seputarpapua.com dalam keterangan tertulis, Minggu (21/3/2021).

Para ulama dari berbagai mazhab, dijelaskannya, bersepakat bahwa tindakan memasukkan sesuatu ke dalam rongga-rongga tubuh termasuk rongga hidung sebagaimana tes swab membatalkan puasa.

“Cara pengambilan sampel lendir melalui tes swab, memiliki kemiripan dengan tindakan As-Sa‘uth dalam istilah ulama fiqih sebagaimana keterangan Syekh Wahbah Az-Zuhayli,” jelasnya.

“As-Sa‘uth’ adalah menuangkan obat ke dalam hidung,” tambah Amin yang mengutip Syekh Wahbah Az-Zuhaily dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh.
 
Amin yang mengutip Mazhab Syafi’i menyebutkan bahwa syarat sah puasa adalah menahan diri dari tindakan memasukkan sesuatu ke dalam rongga hidung meski sedikit, atau bukan makanan.

Amin menganjurkan saat menjalankan puasa sebaiknya tidak melakukan tes swab. Tes swab sebaiknya dilakukan malam hari.
 
“Kami menganjurkan masyarakat terutama yang sedang mengamalkan puasa sunnah atau qadha puasa misalnya untuk melakukan tes swab pada malam hari agar tidak mengganggu keabsahan ibadah puasanya sebagaimana keterangan empat mazhab fiqih yang kami amati,” imbau Amin.

Amin akui bahwa jenis tes yang sedang dijalankan pemerintah terbukti akurat.

“Di samping rapid test, swab test atau tes swab dinilai efektif untuk menemukan infeksi virus dengan mengambil sampel lendir dari dalam rongga hidung atau dalam tenggorokan,” pungkas Amin.

 
Reporter: Yonri
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga