Tidak Ada Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 di Kabupaten Puncak

Pengecekan di RSUD Ilaga yang dilakukan Bupati Puncak Willem Wandik terkait persiapan mengantisipasi virus COVID-19. (Foto: Antara/HO-Humas Pemkab Puncak)
Pengecekan di RSUD Ilaga yang dilakukan Bupati Puncak Willem Wandik terkait persiapan mengantisipasi virus COVID-19. (Foto: Antara/HO-Humas Pemkab Puncak)

TIMIKA | Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Puncak, Papua, Ricky Siwisaat menegaskan, tidak ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit, maupun yang di rujuk ke RSUD Mimika yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19.

Kata dia, awalnya seorang PDP telah telah di rujuk ke Timika, namun status pasien tersebut sudah diturunkan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Memang ada yang dirujuk ke Timika dengan status PDP, tapi statusnya sudah diturunkan sebagai ODP,” kata Ricky kepada seputarpapua.com melalu sambungan telepon seluler, Kamis (2/4).

Ricky menyebut, hingga Kamis siang tercatat 7 orang berstatus ODP Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri sejak beberapa hari lalu.

Dari 7 ODP tersebut, 6 berada di Ilaga yang merupakan ibu kota Kabupaten Puncak, dan seorang lainnya di Distrik Beoga.

“Tanggal 8 nanti masa isolasi mandirinya berakhir,” ujar Ricky.

Berbagai upaya pun terus dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam mencegah penyebaran virus corona di kabupaten yang dipimpin Willem Wandik ini.

Penyemprotan disinfektan terus dilakukan di seluruh fasilitas publik, rumah warga, tempat ibadah dan lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *