Tim Covid-19 Mimika Peringatkan Warga Soal Klaster Pernikahan Berujung Maut

Reynold Ubra
Reynold Ubra

TIMIKA | Warga masyarakat Mimika, Papua yang akan menggelar acara seperti pesta pernikahan diminta terlebih dahulu meminta permohonan izin kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 setempat.

“Menindak lanjuti surat izin tersebut, tim gugus tugas akan melakukan pemantauan di lapangan,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika Reynold Ubra ketika menjawab Seputarpapua dalam Vicon, Kamis (25/6).

Reynold mengatakan, sebuah acara seperti pesta pernikahan wajib menerapkan protokol kesehatan. Karena itu, tim gugus tugas akan memantau mulai dari kesiapan orang-orang yang datang di sebuah acara tertentu.

“Misalnya setiap orang yang datang, sudah harus menyiapkan hand sanitizer,” kata lulusan Magister Epidemiologi Universitas Indonesia itu.

Selain itu, bagi yang menggelar pesta wajib menyediakan tempat cuci tangan, mengatur satu pintu masuk dan satu pintu keluar, tidak memberikan salaman, dan mengatur kursi duduk.

“Para undangan sudah tentu harus menjaga jarak sekurang-kurangnya 1 meter,” katanya.

Penekanan ini disampaikan menyusul terjadinya klaster penularan virus corona pada sebuah pesta pernikahan di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Pesta pernikahan tersebut berujung maut. Salah satu orang tua wali, yaitu ibu dari pengantin beserta seorang adiknya positif Covid-19 dan akhirnya meninggal dunia.

“Ini contoh yang paling nyata, yaitu klaster pernikahan. Tidak hanya terdapat korban meninggal dunia, juga sejumlah orang masih sedang dirawat,” kata Reynold.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar