Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Egiono yang Hanyut di Sungai di Mile 28

TEMUKAN | Tim SAR gabungan temukan jasad Egiono Fatmil, Rabu (20/4/2022), seorang pendulang tradisional yang tenggelam di area kali mile 28 pada hari Selasa, 19 April 2022. (Foto: Humas SAR)
TEMUKAN | Tim SAR gabungan temukan jasad Egiono Fatmil, Rabu (20/4/2022), seorang pendulang tradisional yang tenggelam di area kali mile 28 pada hari Selasa, 19 April 2022. (Foto: Humas SAR)

TIMIKA | Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Egiono Fatmil (23), seorang warga pendulang emas tradisional yang sebelumnya tenggelam akibat hanyut terseret arus di kali area mile 28, Kabupaten Mimika, Papua, pada Selasa (19/4/2022).

Penemuan jasad korban disampaikan Kepala Sub Seksi (Kasubsie) Operasi pada Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Syahril, Rabu (20/4/2022).

“Jam 10.35 telah berhasil ditemukan satu jenazah laki-laki atasnama Egiono, ditemukan tim SAR gabungan tadi,” kata Syahril.

Dijelaskan Syahril, posisi di temukannya jasad korban Egiono ternyata tidak jauh dari lokasi di temukannya jasad korban pertama, Brenda Wenehen, yaitu disekitar kali area mile 24.

“Ini sudah dievakuasi ke darat dan masih menunggu koordinasi dari pihak ambulans untuk dievakuasi ke rumah sakit,” katanya.

Operasi pencarian hari ini, selain rescuer dari Kantor SAR Timika, juga melibatkan pihak keluarga korban dan warga serta pihak dari Emergency Response Group (ERG) PT Freeport Indonesia.

Syahril juga mengimbau kepada masyarakat khususnya para pendulang tradisional agar dalam melakukan penyeberangan sungai bisa lebih hati-hati dan membaca kondisi yang ada saat hendak menyeberang.

“Apalagi pada saat itu hujan deras di (wilayah) atas, arusnya atau airnya sangat deras, perlu untuk sangat hati-hati,” imbaunya.

Sebelumnya, korban Brenda Wenehen dan Egiono Fatmil bersama beberapa rekannya hendak menyeberang kali di area mile 28. Namun, korban terpeleset saat menyeberang lalu terseret arus kali hingga akhirnya tenggelam.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar mengatakan, kejadian tenggelamnya kedua korban adalah murni karena kecelakaan.

“Terpeleset, sehingga mereka hanyut. Karena mungkin tidak mengetahui kondisi lokasi atau medan, sehingga itu yang menyebabkan korban dan satu orang lagi hanyut,” kata Iptu Bertu, Selasa kemarin.

reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.