Tim SAR Sebut Lokasi Jatuh Helikopter Pusling Berada di Kaki Bukit

EVAKUASI | Tim SAR gabungan melakukan evakuasi dari udara terhadap korban jatuhnya helikopter puskesmas keliling udara di Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (8/6/2022). (Foto: Ist)
EVAKUASI | Tim SAR gabungan melakukan evakuasi dari udara terhadap korban jatuhnya helikopter puskesmas keliling udara di Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (8/6/2022). (Foto: Ist)

TIMIKA | Tim SAR gabungan menyebut posisi jatuhnya helikopter puskesmas keliling (Pusling) udara yang memuat pasien melahirkan juga tenaga medis dari Distrik Jila menuju Timika, Kabupaten Mimika, Papua, berada di posisi kemiringan atau tepatnya di kaki bukit.

Hal itu disampaikan langsung pilot helikopter Caracal milik TNI AU yang tergabung dalam operasi SAR gabungan dalam evakuasi korban selamat dari lokasi kejadian yang berada pada posisi titik koordinat S 04 30′ 12.54″ – E 137 16′ 38.06″.

“Lokasi jatuhnya heli sudah menuju ke dataran, di kaki-kaki bukit. Memang masih di kemiringan, tapi sudah dekati dataran,” ungkap Mayor Pnb Adam Hardiman usai evakuasi, Rabu petang (8/6/2022).

Sedangkan untuk jarak lokasi jatuh dari Jila disebut berada pada jarak 40 Nm, sedangkan dari Timika berjarak 20 Nm dengan radial 08.8 derajat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George L.M Randang juga mengatakan, jatuhnya helikopter milik Derazona Air Service yang dioperasikan oleh PT Unitrade Persada Nusantara dan bekerjasama dengan Pemkab Mimika sebagai puskesmas keliling udara, sempat mengalami crash.

Sehingga, untuk proses pencarian tim SAR gabungan dilakukan dengan cara tracking berdasarkan rute perjalanan yang dilalui helikopter naas tersebut.

“Semua korban (selamat) sudah dievakuasi, tinggal besok hari ada rencana pencarian unsur SAR gabung, mohon doa dan dukungan supaya bisa membuahkan hasil untuk pencarian satu korban yang masih dinyatakan hilang,” terangnya.

Helikopter Bell 412 SP dengan register PK-DAR terjatuh dalam perjalanan balik ke Timika setelah take off dari Jila membawa pasien melahirkan serta anak dan tenaga medis.

Dari total 11 penumpang termasuk kru helikopter, tersisa satu korban anak usia 5-7 tahun yang masih dinyatakan hilang lantaran terlempar keluar saat helikopter mengalami crash.

reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.