Tinggalkan Tugas Guru 2 Tahun, Pesilat asal Mimika Pulang Bawa Medali Emas

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
CINDERAMATA | Ketua Komite SMP Permata Papua memberikan cinderamata kepada Ardin. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
CINDERAMATA | Ketua Komite SMP Permata Papua memberikan cinderamata kepada Ardin. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Suhardin Ifu, atlet pencak silat asal Kabupaten Mimika berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional PON XX Papua yang berlangsung di Jayapura.

Ardin sapaan akrabnya mulai mengikuti seleksi kejuaraan sejak tahun 2017 di Kabupaten Mimika dan saat itu mendapat medali emas.

Setelah kejuaraan di kabupaten, Ardin dikirim untuk mengikuti Kejurda di Jayapura dan mendapatkan medali perunggu.

Kejuaraan yang diikuti ternyata mengantarnya untuk ikut ajang olahraga terbesar di Indonesia itu.

Namun, diawal-awal akan mengikuti PON, Ardin mengaku bimbang. Bagaimana harus meminta ijin dan apa akan diijinkan, baik dari sekolah tempatnya mengajar maupun ibunya.

“Saya mulai pikir apa diijinkan sekolah atau dari ibu atau tidak,” kata Ardin kepada Seputarpapua.com Minggu (24/10/2021).

Guru pada SMP Permata Papua itu mengaku awalnya ibunya melarang.

Baca Juga:

Tetapi Ardin dengan tekadnya terus meyakinkan ibunya agar mengijinkan dan mendoakannya karena dengan mengikuti PON, bukan hanya membawa nama pribadinya tetapi nama Papua dan Mimika khususnya.

“Ibu lalu ijinkan, mendoakan, ingatkan jangan lupa berdoa, sedekah, iklas berlatih fokus,” ungkapnya.

Ardin mengajar IT dan Prakarya di SMP Permata Papua sejak Agustus 2017.  Dan satu tahun mengajar, ia sudah mengikuti Kejurda di Jayapura.

Setelah Kejurda, guru berusia 28 tahun itu langsung mengikuti TC sampai tahap n 2019 di Jayapura.

Saat itu dia sempat kembali ke Timika pada Desember, namun dia dipanggil oleh Pengprov untuk kembali dan mengikuti PON.

“Alhamdulillah diijinkan sama pihak sekolah, hampir dua tahun lebih disana,” ucapnya.

*Medali emas di Kategori Gerak Tangan Kosong*

Ardin menjelaskan, diawal mengikuti TC dia masuk di kategori fighter.

Namun berjalannya waktu dipindahkan ke Kategori Gerak Tangan Kosong berpasangan. Pada Kategori itu ada gerak tangan kosong melawan senjata seperti golok, Toya dan Celurit.

“Jadi target di fighter, tapi Alhamdulillah bersyukur sekali tidak disangka bahwa pindah kategori bisa dapat medali emas,” katanya.

Lebih lanjut, Ardin di tim Pencak Silat bukan prioritas tim untuk meraih medali.

“Di tim itu kan ada yang diprioritaskan dan memang saya tidak diprioritaskan,” ungkapnya.

Namun, Ardin bisa membuktikan bahwa dia bisa mempersembahkan emas untuk Papua.

“Jadi emas ini benar-benar kejutan, orang-orang tidak menyangka kalau akan dapat emas,” ujarnya.

Ardin adalah satu-satunya atlet Pencak Silat asal Kabupaten Mimika yang mengikuti PON XX.

*Penyambutan Sekolah Permata Papua*

Sabtu 24 Oktober 2021 Ardin kembali ke Kota Timika setelah lebih dari 2 tahun berada di Jayapura.

Dia disambut ibu dan pihak Yayasan Pendidikan As Salam, Sekolah Permata Papua mulai dari Bandara Mozes Kilangin, ke Kantor KONI dan mengadakan acara syukuran di sekolah yang diikuti ketua dan anggota komite sekolah dan juga para siswa.

Pada acara syukuran yang dihadiri para kepala sekolah TK, SD dan SMP itu, sebagai bentuk penghargaan kepada Ardin, ketua-ketua komite TK, SD dan SMP Permata Papua memberikan cinderamata.

Direktur Yayasan Pendidikan As Salam, M Arifin mengaku bangga dengan pencapaian salah satu gurunya itu.

Sejak awal mengikuti Kejurda, Arifin mengaku itu sudah cukup membanggakan karena tidak semua guru bisa mempunyai potensi dan prestasi yang sama.

“Sehingga gak ada alasan untuk kita menolaknya,” ucapnya.

Namun, dua tahun ditinggal Ardin mengikuti TC di Jayapura, Arifin mengaku kewalahan karena untuk mencari guru pengganti tidak mudah.

“Beliau ngajar IT dan Prakarya, sampai sekarang belum ada penggantinya,” ungkapnya.

Dia bersyukur ketika kembali ke Timika, Ardin masih kembali untuk mengajar di sekolah Permata Papua.

 

Reporter: Anya Fatma
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Baca Juga