seputarpapua.com

Tingkat Pengangguran Terbuka di Mimika 2020 Capai 7,91 Persen

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
PAPARAN | Kepala Bappeda saat memaparkan prioritas pembangunan pada Pertemua Forum OPD di salah satu hotel, Kamis (25/3/2021). (Foto: Muji/Seputarpapua)
PAPARAN | Kepala Bappeda saat memaparkan prioritas pembangunan pada Pertemua Forum OPD di salah satu hotel, Kamis (25/3/2021). (Foto: Muji/Seputarpapua)

TIMIKA | Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yang tertuang dalam dokumen ‘Mimika Dalam Angka 2020’, dan dipaparkan oleh Kepala Bappeda Mimika Yohanna Paliling pada pertemuan Forum OPD menyebutkan tingkat pengangguran terbuka di Mimika pada 2020 mencapai 7,91 persen.

“Tahun 2020 pengangguran terbuka di Mimika mencapai 7,91 persen,” kata Yohanna saat ditemui usai pembukaan Pertemuan Forum OPD membahas Renja 2022, pada salah satu hotel di Jalan Cenderawasih, Kamis (26/3/2021).

Kata dia, sebenarnya setiap tahunnya prosentase angka pengangguran terbuka ini selalu berubah. Dalam arti, terkadang naik, turun, dan stabil.

Seperti, 2015 lalu angka pengangguran terbuka pada 7,94 persen. Kemudian pada 2016 dan 2017 sebesar 7,70 persen.

Namun naik pada 2018 sebesar 8,30 persen. Salah satu kenaikannya adalah adanya karyawan PT Freeport Indonesia yang mogok kerja.

“Selanjutnya pada 2019 mengalami penurunan. Dimana tingkat pengangguran terbuka di Mimika pada tahun itu sebesar 7,51 persen. Tapi naik lagi di 2020 yakni sebesar 7,91 persen,” terangnya.

“Kenaikan pada 2020 kemarin, salah satunya dipengaruhi karena adanya pandemi, sehingga banyak terjadi PHK,” katanya.

Nah, angka prosentase pengangguran terbuka ini merupakan perbandingan antara jumlah pengangguran dibandingkan angkatan kerja dikalikan 100 persen.

“Jadi semakin banyak angka pengangguran dibandingkan angkatan kerja, maka menyebabkan atau memberikan nilai indikasi, dan angkanya semakin meningkat,” ujarnya.

Berita Terkait
Baca Juga