TPP Nakes Sudah Dibayar, Reynold Pesan Upayakan Pelayanan Jemput Bola

Ratusan Tenaga Kesehatan, Aparatur Sipil Negara Kabupaten Mimika mendatangai Kantor DPRD pada Selasa (17/5/2022). (Foto: Yonri/Seputarpapua)
Ratusan Tenaga Kesehatan, Aparatur Sipil Negara Kabupaten Mimika mendatangai Kantor DPRD pada Selasa (17/5/2022). (Foto: Yonri/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua, Reynold Ubra mengatakan, insentif Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tenaga kesehatan sudah dibayar.

Reynold menjelaskan, pembayaran TPP Nakes setelah melalui diskusi dengan pihak terkait di Pemkab Mimika.

Hasilnya, disepakati pembayaran TPP untuk triwulan pertama Januari-Maret masih menggunakan aturan lama, atau Peraturan Bupati nomor 28 tahun 2019.

“Hari Rabu pekan lalua kami sudah melakukan pengurusan, dan pihak BPKAD telah memproses untuk pembayaran. Hari Jumat terakhir itu saya dapat informasi bahwa TPP semua sudah dibayarkan,” kata Reynold  ketika diwawancarai di Halaman Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (30/5/2022).

Menurut Reynold, untuk TPP bulan April, Mei dan Juni akan dibayark menggunakan Peraturan Bupati yang terbaru. Pembayarannya akan masuk ke dalam APBD perubahan.

“Besaran angkanya tentu saja fluktuatif. Naik turun besaran sepenuhnya kami kembalikan kepada TAPD untuk bagaimana melihat ini, karena insentif ini kan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan oleh pemerintah. Besar naik atau turunnya disesuaikan dengan kemampuan daerah,” kata Reynold.

Reynold menyebutkan, uang TPP merupakan bentuk untuk meningkatkan kinerja Nakes, sehingga kehadiran menjadi perhitungan dalam pembayaran.

“Saya pikir pelayanan berbasis kinerja saat ini memang menjadi penting dan sudah menjadi regulasi nasional. Apalagi untuk pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan sudah ada standar pelayanan minimal,” ujar Reynold.

Reynold mengakui, dalam 3 tahun terakhir sejak 2019 – 2021 pelayanan kesehatan di 26 Puskesmas cenderung melangalami penurunan.

Tahun 2019, jumlah kunjungan pasien 284 ribu. Kemudian tahun 2020 karena Covid-19 sehingga mengalami penurunan.

Tahun 2021, pemerintah menerapkan bekerja dengan melaksanakan prokes kerena pandemi Covid-19, namun kunjungan pasien ke Pusskesmas semakin menurun menjadi 146 ribu.

“Jadi penurunan dari 2019 ke 2020 itu 3 persen, 2019-2021 itu 5 persen turunnya. Ini artinya bahwa tidak berbanding lurus antara jumlah petugas dengan pelayanan kesehatan. Puskesmas bukan rumah sakit jadi kita menunggu orang sakit,” katanya.

Reynold menambahkan, pelayanan jemput bola dari rumah ke rumah saat ini sangat penting, karena Pusksesmas melakukan upaya pencegahan.

Sebab, hanya 10 persen pasien yang datang ke Puskesmas, itupun jika sudah sakit parah.

“Sehingga menjemput bola itu menjadi penting artinya seperti apa? Puksesmas itu melakukan upaya pencegahan, untuk ibu hamil, ibu hamil itu harus dicari di rumah, pasien TB itu harus dicari dirumah, pasien malaria harus dicari di rumah, anak gizi buruk harus dicari di rumah, kesehatan lingkungan itu harus diamati secara terus menerus apakah terjadi perubahan atau tidak,” ungkap Reynold.

Setelah dari hasil-hasil itu, kata Rey dilaporkan ke Dinkes, dan sejak dulu dalam Peraruran Menteri, Puskesmas bisa membuat mini karya dengan lintas sektor yang ada di wilayah termasuk distrik.

Tahun ini, kata dia, dana BOK rata-rata di setiap Puskesmas ada diangka Rp500 juta dalam satu tahun.

“Artinya program pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan secara parsial, dan tidak berkelanjutan. Pelayanan kesehatan itu harus terpadu dan berkelanjutan,” jelas Reynold.

Upaya kesehatan masyarakat dengan jumlah tenaga yang sangat banyak, bahkan dengan jumlah insentif yang mungkin tertinggi di Papua, kata Rey, maka pelayanan juga sudah harus keluar dari gedung Puskesmas untuk menyiapkan kembali, mencari masyarakat yang ada di rumah-rumah.

“Dari Dinkes sudah mengevaluasi program mana yang perlu kita lakukan, mana yang harus kita tambahka. Contohnya BLUD itu menjadi program prioritas tahun ini untuk kita perkuat. Disamping ada program yang hari ini sejak jalan, BIAN, Screening TB,” pungkas Reynold.

reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.