Tujuh Imbauan PGI Menyongsong Hari Raya Natal dan Tahun Baru

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty
Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty

TIMIKA | Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengeluarkan tujuh imbauan menyongsong perayaan Natal dan Tahun Baru yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

PGI antaralain menyarankan Gereja-Gereja merayakan Natal dan Tahun Baru secara virtual, dan jika memungkinkan secara onsite dapat menerapkan protokol kesehatan yang benar-benar diperketat.

Sekretaris Umum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty mengatakan, PGI mencermati dengan prihatin kenaikan angka penyebaran Covid19 belakangan ini sekaligus menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

“Pemerintah Republik Indonesia melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mempublikasikan data kenaikan kasus Covid-19 mencapai 664.930 kasus pada 20 Desember 2020,” katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (21/12).

Memperhatikan perkembangan ini, Pdt. Jacky menyatakan PGI mendukung keputusan pemerintah mengurangi cuti bersama pada libur Natal dan Tahun Baru 2020 untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Disamping itu, PGI menyarankan gereja-gereja tetap membangun komunikasi dengan Satgas Covid-19 di wilayahnya guna memastikan apakah ibadah secara onsite dimungkinkan untuk dilakukan.

“Tentu saja dengan memperhatikan curva pandemi pada wilayah tersebut. Ada banyak wilayah yang masih steril dan juga wilayah yang dimungkinkan secara terbatas, serta wilayah yang memang tidak dimungkinkan,” kata dia.

Ia mengatakan, PGI tidak memiliki otoritas dalam menginterfensi pelaksanaan kegiatan ibadah oleh masing-masing gereja. Namun, sangat disayangkan ketika makin banyak hamba Tuhan, para pelayan atau umat yang terinfeksi Covid-19.

“Posisi PGI adalah mengimbau, bahwa otoritas di lapangan tergantung pada gereja-gereja anggota PGI,” tuturnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga