Tujuh Point Pendapat Gubernur Papua Terkait Otsus dan DOB

Gubernur Papua, Lukas Enembe. Foto: (Foto: Ist)
Gubernur Papua, Lukas Enembe. Foto: (Foto: Ist)

TIMIKA | Gubernur Papua, Lukas Enembe menyampaikan pendapatnya terkait Otonomi Khusus (Otsus) dan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di bumi Cenderawasih itu.

Pendapat Gubernur ini dituangkan dalam sebuah surat yang telah dirilis oleh Pemerintah Provinsi Papua di laman media sosial resmi, Kamis (16/6/2022).

Dalam surat tersebut bertulis Talking Point Gubernur Papua tentang otsus dan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) disampaikan dalam Rakerda Pemerintah Provinsi Papua Jayapura, 15 Juni 2022

Pernyataan Gubernur tersebut dijabarkan dalam tujuh poin yakni :

1. Selaku Gubernur Papua, sejak tahun 2014 saya telah menyampaikan usulan perubahan atas undang-undang nomor 21 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua, yang saya nilai sudah tidak sesuai dengan dinamika sosial politik kemasyarakatan di papua.

Ada lima kerangka dasar yang menjadi muatan dari usulan tersebut, yaitu: (1) kerangka kewenangan; (2) kerangka kelembagaan; (3) kerangka keuangan; (4) kerangka kebijakan pembangunan; (5) kerangka politik, hukum dan HAM.

2. Selain itu saya juga telah menyampaikan pandangan tentang pembentukan Daerah Otonom Baru di Papua. Saya berpandangan
bahwa untuk alasan percepatan dan pemerataan pembangunan idealnya wilayah Papua dikembangkan menjadi tujuh Provinsi dengan berbasiskan adat atau budaya, yang dilakukan melalui suatu perencanaan yang matang dengan memperhatikan dengan sungguh-sungguh kesatuan sosial budaya, kesiapan sumberdaya manusia, kemampuan ekonomi, dan perkembangan pada masa yang akan datang.

3. Saya perlu tegaskan bahwa sampai saat ini saya tetap konsisten dengan pandangan saya tersebut, bahkan setelah memasuki sembilan tahun sebagai Gubernur Papua, saya semakin yakin bahwa percepatan dan pemerataan pembangunan Papua hanya dapat kita wujudkan bukan dengan cara biasa-biasa saja tetapi harus ada komitmen dan keberanian untuk melakukan terobosan
dengan cara-cara yang luar biasa, out of the box atau dalam istilah saya dengan cara yang agak gila.

4. Meskipun saya masih dalam proses pemulihan tetapi saya tetap bertangungjawab atas amanah sebagai gubernur yang diberikan rakyat Papua. Saya selalu mencermati dengan sungguh-sungguh dinamika sosial, Politik, Kemasyarakatan di Papua, secara khusus terkait dengan otsus dan rencana pembentukan daerah otonom baru.

Saya mengapresiasi segala upaya yang dilakukan oleh siapa saja dan dalam bentuk apa saja, dalam kerangka percepatan pembangunan kesejahteraan Papua secara berkeadilan, karena rakyat Papua berhak untuk hidup di atas tanah ini, di wilayah NKRI secara bermartabat, tanpa rasa takut, dengan sukacita bahagia.

Juga mengapresiasi pandangan-pandangan kritis dari berbagai pihak atas pelaksanaan Otsus dan rencana pembentukan Daerah Otonom Baru, karena hal tersebut merupakan hak konstitusional, tetapi harus tetap diletakan dalam kerangka aturan yang berlaku dengan memperhatikan etika dan moral serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya kita.

5. saya perlu menegaskan kembali bahwa meskipun telah diberlakukannya UU Nomor 2 tahun 2021 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus bagi Provinsi Papua, akan tetapi selaku Gubernur saya masih tetap mengharapkan suatu saat nanti adanya perubahan yang lebih komprehensif yang mencakup lima kerangka dasar sebagaimana yang telah Pemprov Papua usulkan.

Saya juga mengajak semua pihak untuk menghormati proses uji material atas beberapa materi muatan dalam undang-undang tersebut, antara lain terkait dengan pembentukan daerah otonom baru, yang sedang dilakukan oleh Majelis Rakyat Papua (MRP).

6. Terkait dengan rencana pembentukan Daerah Otonom Baru, jika dikerangkakan dalam rangka percepatan pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, serta mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua yang berkeadilan secara sungguh-sungguh.

Saya menegaskan kembali
pandangan saya, sebaiknya sekaligus wilayah papua dibagi menjadi tujuh provinsi berbasis wilayah adat/budaya (5 di wilayah provinsi papua, sebagaimana pendekatan pembangunan yang telah saya canangkan; Mamta, Saireri, Meepago, Lapago, Animha dan 2 di wilayah Provinsi Papua Barat (doberay dan bomberay.

Hal ini merupakan perwujudan atas perhatian sungguh-sungguh terhadap kesatuan sosial budaya. selain itu harus juga memberi jaminan bagi kesiapan sumberdaya manusia khususnya orang asli papua, jaminan atas ketersediaan pembiayaan/ sumber kemampuan ekonomi, dan perkembangan pada masa yang akan datang. Dalam konteks ini diperlukan adanya suatu grand design pemetaan daerah otonomi di Papua yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari undang-undang pembentukannya.

7. Akhirnya saya mengajak seluruh rakyat Papua untuk tidak mudah terpengaruh atas isu-isu provokatif, yang dapat mengganggu hubungan solidaritas kita, tetap menjaga komitmen menjadikan Papua sebagai tanah damai dan yang terpenting selalu berdoa semoga Tuhan yang maha kuasa melindungi dan memberkati kita.

“Demikian beberapa hal yang perlu saya sampaikan, semoga bermanfaat untuk kepentingan percepatan pembangunan kesejahteraan Papua untuk kejayaan Indonesia. Tuhan berkati. wa…wa,”. Demikian pernyataan Gubernur Lukas Enembe.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.