Umat Islam Penuhi Halaman Eme Neme Yauware Laksanakan Salat Idul Adha 1443 H

salat Idul Adha 1443 Hijriah
PADAT | Umat Islam di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memadati halaman Graha Eme Neme Yauware melaksanakan salat Idul Adha 1443 Hijriah, Minggu (10/7/2022). Foto: Saldi/Seputarpapua

TIMIKA | Ribuan umat muslim di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memadati halaman Graha Eme Neme Yauware melaksanakan salat Idul Adha 1443 Hijriah atau 2022 Masehi yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Minggu (10/7/2022).

Jalannya pelaksanaan salat ied dipandu langsung oleh H. Muhammad Sa’ad Lausiri, sedangkan yang bertindak sebagai iman sekaligus khatib adalah Ustadz DR. Muhammad Erfin Beddu, S.Pd, M.Pd.i yang didatangkan oleh PHBI.

Dalam khotbahnya, Ustadz Muhammad Erfin Beddu mengulas kembali perjalanan sejarah ketakwaan dan pengorbanan Nabi Ibrahim bersama istrinya Siti Hajar dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Perjalanan Nabi Ibrahim bersama Siti Hajar selama 86 tahun untuk memiliki seorang anak, akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT. Selama itu, Nabi Ibrahim terus memanjatkan do’a kepada Allah SWT “Robbi habli minassholihin” yang mengandung arti “Ya Tuhannku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh”.

Nabi Ibrahim akhirnya dianugerahi seorang anak laki-laki yaitu Nabi Ismail. Namun, Nabi Ibrahim kembali mendapat cobaan menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih anak yang dicintainya. Perintah itu datang melalui mimpi Nabi Ibrahim.

Atas perintah itu, Nabi Ismail bersedia dan ikhlas dirinya disembelih demi menjalankan perintah Dzat yang menciptakannya hingga langit dan bumi berserta isinya.

Ketika Nabi Ibrahim hendak menyembelih Nabi Ismail dengan pedang yang tajam, Allah SWT kemudian menurunkan hewan bernama Kibas yang dibawa oleh Malaikat Djibril. Kibas adalah hewan surga berbentuk kambing berukuran besar untuk digantikan disembelih. Akhirnya Nabi Ismail tidak jadi disembelih.

Cerita atau sejarah Nabi Ibrahim dan istrinya Siti Hajar serta anaknya Nabi Ismail, kata Ustadz Muhammad Erfin Beddu, merupakan bentuk ketakwaan dan keikhlasan, serta pengorbanan dalam menjalankan segala bentuk perintah Allah SWT.

“Sebenarnya Allah tidak ingin Nabi Ibrahim menyembelih anaknya. Apa yang Allah inginkan? Sebenarnya Allah ingin Nabi Ibrahim menyembelih rasa kepemilikan, rasa kecintaan terhadap sesuatu yang Ia cintai. Allah (juga) ingin melihat pengorbanan Nabi Ismail,” ujarnya.

Umat Islam diharapkan dapat memaknai ketakwaan dalam cerita sejarah Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah SWT. Dengan begitu, di hari raya Idul Adha ini Ia mengajak umat Islam yang memiliki kelapangan harta untuk dapat berkurban.

“Karena kurban dikatakan Nabi SAW, sebelum darahnya (hewan kurban) jatuh ke tanah, maka dosa-dosa orang yang berkurban itu akan diampuni oleh Allah SWT,” katanya.

“Allah memerintahkan kita, setelah melaksanakan salat Idul Adha (untuk berkurban). Salat-lah kamu dan berkurbanlah, kata Allah SWT,” imbuhnya.

Cuaca yang mendung tanpa hujan, membuat umat Islam jamaah salat Idul Adha khusyuk melaksanakan salat maupun mendengar khotbah khatib hingga akhir.

Sementara pengamanan jalannya salat Idul Adha di halaman Graha Eme Neme Yauware dilakukan aparat keamanan setempat bersama dengan ormas dan tokoh agama yang ada di Kabupaten Mimika. Serta turut hadir Ketua PHBI Mimika, Laitam Gredenggo yang sempat menyampaikan sambutannya terkait bantuan hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Mimika, serta hadir juga Sekretaris PHBI, Roni Irnawan.

reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.