Upacara HUT Mimika, Plt Bupati Sampaikan Pesan ‘Jas Merah’

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama dengan mantan Sekda sekaligus mantan Bupati Mimika, Athanasius Allo Rafra, Ny. Suzi Rettob, juga mantan pelaku pembangunan lainnya saat memotong kue sebagai simbol HUT Mimika ke 26. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama dengan mantan Sekda sekaligus mantan Bupati Mimika, Athanasius Allo Rafra, Ny. Suzi Rettob, juga mantan pelaku pembangunan lainnya saat memotong kue sebagai simbol HUT Mimika ke 26. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah mengadakan Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mimika ke 26 yang jatuh pada 8 Oktober 2022.

Upacara dilaksanakan di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (10/10/2022).

Upacara ini dipimpin Plt Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob yang dirangkai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, penyampaian sejarah Kabupaten Mimika yang dibacakan Plh Sekda Mimika, Willem Naa.

Plt Bupati dalam amanatnya mengatakan bahwa terdapat beberapa makna filosofi yang harus direnungkan secara bersama.

Pertama adalah retrospektif. Dengan memperingati HUT Mimika, semua pihak tetap berupaya melihat masa lalu sebagai mata rantai sejarah. Di mana, menurut dia, sebuah masa lalu adalah fondasi dalam nilai tinggi sebagai pusat masa kini, masa lalu, dan masa depan.

Kedua, memaknai instrospeksi sebagai sarana untuk mawas diri, sebuah etape (langkah) perjalanan Mimika juga pribadi masing-masing, sehingga bermakna karena mampu memberikan jawaban atas persoalan kekinian dan responsif untuk tantangan di masa depan.

Makna filosofis yang ketiga adalah melihat upaya untuk mendesain, merancang sebuah formula, rumusan masa depan berlandaskan realita dan dinamika saat ini tanpa melupakan sejarah masa lalu.

“Tadi sudah didengarkan sejarah kabupaten Mimika. Begitu banyak orang yang terlibat dan berusaha sampai kabupaten ini bisa sampai sekarang,” kata John.

Mimika berawal dari satu kecamatan, kemudian terbagi menjadi dua dan tiga kecamatan, selanjutnya disiapkan menjadi kantor pembantu Bupati kurang lebih 10-12 tahun.

Lalu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 tahun 1996, Kecamatan Mimika ditetapkan sebagai Kabupaten Administratif. Kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 tahun 1999, Mimika menjadi Kabupaten Otonom.

“Begitu perjuangan mereka sampai saat ini. Kita tinggal meneruskannya, bagaimana kita lakukan semuanya. Dari masa lalu yang kita lihat dan apa yang harus kita buat di masa depan untuk masyarakat Mimika,” ungkapnya.

Karena itu John menekankan kepada semua pihak agar jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, atau yang disingkat dengan Jas Merah. Kalimat yang di populerkan oleh Presiden pertama Ir. Soekarno dalam pidatonya.

Advertisements

“Jas Merah, harus kita ingat perjuangan dan sejarah,” ungkapnya.

Plt Bupati berharap, semua pihak yang bekerja di Tanah Mimika harus bekerja dengan hati. Momen HUT Mimika dapat dijadikan sebagai momen untuk menginstropeksi diri tentang apa yang sudah berlalu, saat ini, dan apa yang akan dibuat untuk maju kedepan.

“Mari layani masyarakat dengan hati, kita hadir disini karena kita mau melayani masyarakat Kabupaten Mimika,” ajak John.

Advertisements

Bagi aparat keamanan yang sudah berupaya menjaga keamanan di Kabupaten Mimika, John mengucapkan terimakasih atasnama Pemerintah Kabupaten Mimika. Ia juga berpesan kepada seluruh instansi vertikal untuk terus menjalin koordinasi.

“Buatlah Pemda Mimika sebagai ayah, sehingga apa yang dirasakan, dibutuhkan kita untuk koordinasi bersama-sama, jangan bekerja sendiri. Parsial karena saya yakin kolaborasi akan lebih baik dari pada sendiri-sendiri,” ujarnya.

John menekankan untuk program pemkab yang dijalankan, harus membangun dari kampung ke kota. Hal itu dimaksudkan agar semuanya dalam hal ini pembangunan bisa merata, dan seluruh masyarakat dapat merasakan bahwa kehadiran Pemerintah selalu ada untuk masyarakat.

Advertisements

“Kabupaten Mimika cukup besar, tapi jangan lihat hanya di kota Timika. Mulai hari ini, besok dan selanjutnya, kita kuat untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Atasnama Pemkab, kami mohon maaf apabila sampai saat ini masyarakat merasa pelayanan pemerintah belum maksimal,” katanya.

“Tapi kami akan berbuat yang terbaik, agar kami membangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan kebutuhan Pemerintah,” pungkasnya.

 

penulis : Kristin Rejang
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan