seputarpapua.com

Upaya Freeport Merestorasi Lahan Eks Tambang Terbuka Grasberg Dapat Dukungan Pakar Lingkungan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kegiatan revegetasi di lahan eks tambang terbuka Grasberg yang berada di zona Alpin pada ketinggian 4.200m di atas permukaan laut. (Foto: Ist/SP)
Kegiatan revegetasi di lahan eks tambang terbuka Grasberg yang berada di zona Alpin pada ketinggian 4.200m di atas permukaan laut. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | PT Freeport Indonesia (PTFI) terus merestorasi kawasan bekas tambang terbuka Grasberg, agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai area konservasi yang memadai bagi flora dan habitat yang aman bagi berbagai jenis satwa liar.

Upaya restorasi yang telah berlangsung sejak awal masa operasional Grasberg, dan masih akan terus dilakukan hingga masa operasional seluruh tambang PTFI berakhir ini mendapatkan dukungan dari akademisi dan pakar lingkungan, seperti Fakultas Pertanian Universitas Papua (FAPERTA UNIPA) dan Pusat Studi Reklamasi Tambang Institut Pertanian Bogor (IPB), melalui pelaksanaan sejumlah penelitian.

Lokasi Grasberg sendiri berada di ketinggian sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut, membuat area ini memiliki ekosistem alami yang belum tentu dapat dijumpai di daerah lain, seperti didominasi oleh padang rumput dan dilengkapi tumbuhan semak serta herba eksotis.

Dengan ketinggian dan karakteristik tersebut, tantangan untuk merestorasi kondisi ekologi lingkungan semakin meningkat.

Beberapa di antaranya adalah suhunya yang bisa mencapai tujuh derajat celcius, curah hujan tinggi, intensitas cahayanya sangat rendah, dan kawasannya yang dihampari bebatuan tanpa tanah, membuat kemampuan tumbuh berbagai jenis vegetasi menjadi sangat lambat.

Oleh itu, salah satu upaya restorasi yang tengah dilakukan adalah melakukan upaya konservasi plasma nutfah, yakni menggunakan sepenuhnya spesies tumbuhan lokal di sekitar Grasberg menjadi tumbuhan yang ditanam di area reklamasi.

“Konservasi plasma nutfah telah membantu kami melakukan upaya restorasi kawasan bekas tambang Grasberg di dataran tinggi dengan lebih optimal, mengingat membudidayakan tanaman dari dataran rendah sangat sulit dilakukan di Grasberg. Kami berharap, tambang terbuka Grasberg yang telah kami tutup dapat kembali pulih dan menjadi ekosistem yang sehat bagi flora dan fauna,” ujar General Superintendent of Highland Reclamation and Monitoring PT Freeport Indonesia Pratita Puradyatmika melalui pres release yang diterima media ini, Selasa (8/9).

Selain menggunakan plasma nutfah, upaya lain yang juga bisa dilakukan untuk menyokong program restorasi Grasberg adalah memulihkan area Grasberg dengan menggunakan metode biologi, atau bioremediasi.

Berita Terkait
Baca Juga