seputarpapua.com

Usai Divaksin, Begini Cerita Wartawan di Timika yang Alami Gejala Ringan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
VAKSINASI | Kru Seputarpapua.com bersama tim vaksinator Covid-19 di Puskesmas Timika usai vaksinasi, Sabtu (27/3/2021). (Foto: Seputarpapua)
VAKSINASI | Kru Seputarpapua.com bersama tim vaksinator Covid-19 di Puskesmas Timika usai vaksinasi, Sabtu (27/3/2021). (Foto: Seputarpapua)

TIMIKA | Wartawan dan pekerja media di Mimika, Papua, menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama yang dilaksanakan di Puskesmas Timika, Sabtu (27/3/2021).

Sebelum penyuntikan, peserta vaksinasi lebih dulu menjalani proses screening seperti pengukuran tekanan darah, hingga wawancara singkat mengenai riwayat penyakit dan kondisi kesehatan terakhir.

Sebagaimana sesuai ketentuan terbaru, ada beberapa kondisi orang yang belum bisa menerima vaksin di luar penyakit kronis seperti jantung, diabetes, paru dan lain-lain.

Ketentuan screening terbaru tersebut yaitu tekanan darah 180/110 atau lebih, penyintas Covid-19 kurang dari 3 bulan, sedang hamil, mengalami gejala ISPA dalam 7 hari terakhir, kontak erat dengan pasien Covid-19.

Kemudian, memiliki riwayat alergi berat, sedang terapi jangka panjang penyakit kelainan darah, penderita autoimun sistemik, reumatik akut, saluran pencernaan kronis, hiperteroid dan HIV.

Cerita Wartawan Usai Divaksin

Saldi Hermanto, Jurnalis Seputarpapua.com mengaku tidak begitu merasakan sensasi jarum suntik berisi 0,5 ml dosis vaksin begitu menancap di lengan kirinya.

“Tidak begitu terasa, saya malah tidak tahu kalau penyuntikan sudah selesai. Hampir tidak terasa, jarum suntik itu sepertinya lembut sekali,” katanya.

Beberapa saat usai divaksin, Saldi mengaku sedikit merasakan gejala mengantuk. Ia juga merasa lapar tidak seperti biasanya.

“Jadi bawaannya ingin rebahan, tapi tidak bisa tidur. Ingin makan terus. Tapi setelah makan, keluar keringat, badan terasa fit lagi,” kata dia.

Gejala ringan juga dialami Yandri, salah satu pekerja media. Ia merasakan sedikit pusing, kelelahan dan mengantuk berat usai disuntik vaksin. Kondisi yang sama juga dirasakan penerima vaksin lainnya.

“Rasa mengantuk tapi tidak bisa tidur. Sedikit kelelahan dan pusing juga. Tapi keseluruhan baik-baik saja,” ujar Yandri.

Dilansir situs resmi pemerintah covid19.go.id, dr. Muhammad Fajri Adda’I selaku dokter dan tim penanganan COVID-19 mengatakan reaksi setelah vaksinasi demikian merupakan kondisi yang wajar.

“Reaksi bisa berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang mengalami demam, nyeri, lemas, ada yang jadi merasa lapar terus, hingga ngantuk. Reaksi ini wajar dan masuk dalam kategori ringan. Kalaupun ada demam itu wajar sebagai suatu reaksi dalam pembentukan imunitas dalam tubuh,” katanya.

Pemimpin Umum Seputarpapua.com, Mujiono, mengapresiasi pemerintah atas upaya pemberian vaksin kepada para wartawan khususnya di Mimika guna menekan laju penyebaran Covid-19.

“Kami media Seputarpapua.com menilai vaksinasi terhadap wartawan adalah langkah yang baik, dimana pers adalah salah satu profesi yang tetap bekerja di lapangan saat pandemi,” katanya.

Menurut dia, tepat jika wartawan masuk dalam kelompok pelayan publik dan menerima vaksin lebih awal, mengingat profesinya menuntut tetap produktif untuk menyajikan informasi setiap saat.

“Wartawan juga tetap bekerja lebih keras, oleh karena publik memerlukan informasi yang akurat dan memadai menghadapi kesulitan pada masa pandemi ini,” jelasnya.

Adapun menurut pakar, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu.

Dengan demikian, apabila terpapar virus seseorang akan bisa terhindar dari penularan atau pun sakit berat akibat penyakit tersebut.

 

Reporter: Sevianto Pakiding
Editor: Misba
Berita Terkait
Baca Juga