Uskup Agung Merauke Kecam Oknum TNI Diduga Aniaya 3 Warga Mappi

Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC
Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC.

MERAUKE |  Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC mengecam dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI terhadap tiga warga asli Papua di Distrik Edera, Kabupaten Mappi pada Selasa (30/8/2022) lalu.

Akibat tindakan kekerasan fisik tersebut, salah seorang korban meninggal dunia, dan dua lainnya dilaporkan mendapat perawatan medis.

Uskup Mandagi mengaku dia mendapat informasi bahwa tiga warga yang dianiaya melakukan kesalahan, namun sangat disayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum tentara sangat tidak manusiawi terhadap mereka (korban). Apalagi tindakan kekerasan itu mengakibatkan salah seorang korban meninggal dunia.

Uskup Agung Merauke menyatakan bahwa penyelesaian suatu persolan bukan dengan cara main hakim sendiri. Jika warga melakukan kesalahan, maka penyelesaiannya harus melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Bukan dengan penganiayaan. Penganiayaan itu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, apalagi dengan keagamaan. Tidak ada agama yang mengizinkan ada penganiayaan terhadap manusia,” kata Uskup Mandagi, Jumat (2/9/2022).

Uskup Mandagi menegaskan siapa pun warga, termasuk orang asli Papua tidak pantas untuk diperlakukan semena-mena. Apalagi mendapat kekerasan fisik secara sadis dan tanpa ada rasa perikemanusiaan.

Uskup Mandagi sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan terhadap orang asli Papua, dan menurutnya tindakan serupa sudah terjadi berulang kali di Papua.

“Sebagai Uskup Agung Merauke, saya mengecam dan mengutuk dengan keras tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum-oknum tentara di Mappi. Saya minta agar mereka (pelaku) harus diadili dan dihukum sesuai aturan hukum yang berlaku,” pintanya.

Informasi yang dihimpun media ini di Kabupaten Merauke, tindakan penganiayaan terhadap tiga warga asli Papua itu terjadi di Pos Satgas Yonif 600/Modang, Bade, Kabupaten Mappi pada Selasa (30/8/2022).

Peristiwa ini menyebabkan salah seorang warga atas nama Bruno Amenim Kimko meninggal dunia, dan seorang lainnya berinisial terpaksa dirawat secara intensif.

Diberitakan sebelumnya, dalam menanggapi kejadian tersebut, Danrem 174/ATW Merauke Brgjen TNI E Reza Pahlevi menyatakan bahwa Korem 174/ATW menurunkan tim investigasi yang akan bekerja sama dengan kepolisian di Kabupaten Mappi guna mengusut dan mengungkap peristiwa penganiayaan yang diduga melibatkan anggota TNI di sana.

Terkait dugaan keterlibatan oknum prajurit Yonif 600/Modang, Danrem 174/ATW Brigjen TNI E Reza Pahlevi memastikan bahwa pihaknya akan melaksanakan mekanisme hukum secara transparan dan menjatuhkan hukum seberat-beratnya kepada pelaku, karena telah menghilangkan nyawa orang.

“Saat ini juga Korem 174/ATW masih melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap para saksi, guna mengungkap pelaku dalam kejadian tersebut,” tandasnya.

 

reporter : Emanuel
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.