seputarpapua.com

Usulan 20 Ribu Honorer di Papua Diangkat Jadi ASN Belum Diproses, Bima Beberkan Alasannya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana. (Foto: Anya Fatma/SeputarPapua)
Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana. (Foto: Anya Fatma/SeputarPapua)

TIMIKA | Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI), Bima Haria Wibisana meminta pemerintah Provinsi Papua untuk menyelesaikan pemberian SK CPNS formasi tahun 2018.

Selain itu, pemprov juga diminta menyelesaikan formasi 20.000 tenaga honorer yang diusulkan untuk diangkat menjadi ASN pada akhir tahun 2020 lalu.

Kata Bima, untuk formasi CPNS tahun 2018 belum semuanya diberikan SK CPNS.

“Jadi pertama CPNS 2018 selesaikan, yang 20.000 (honorer-red) diselesaikan,” kata Bima di Timika, Rabu $10/3/2021).

“Kemarin juga saya sudah berbicara dengan wakil gubernur. Jadi Provinsi Papua akan menyelesaikan CPNS 2018 dulu. Nah kalau itu sudah selesai maka kemudian akan menyelesaikan tambahan formasi 20.000,” tambah Bima.

Menurut Bima, tidak selesainya penyerahan SK bagi CPNS yang telah lulus ini karena pergantian kepala daerah (bupati-red).

“Dan saya tidak mau itu terulang karena kasihan orangnya. Sudah lulus CPNS tapi tidak diberikan SK,” tutur Bima.

Menurut Bima, apabila data 20.000 tenaga honorer sudah disiapkan oleh pemerintah kabupaten/ kota, baru akan diberikan formasinya.

Berita Terkait
Baca Juga