Vaksin Astra Zeneca Mengandung Babi, ini Penjelasan MUI

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi (Foto: Sevianto/SP)
Ilustrasi (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Sidang fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memutuskan bahwa vaksin produksi Astra Zeneca hukumnya haram.

Meski demikian, vaksin ini mubah digunakan dan setelah dilakukan kajian mendalam dan pertimbangan oleh ahli terpercaya.

“Vaksin ini haram karena dalam proses pembuatan inang (rumah) virusnya, produsen menggunakan tripsin dari pankreas babi,” terang Ketua Bidang Fatwa MUI, KH. Asrorun Niam Sholeh melalui rilis resmi MUI, Sabtu (20/3/2021).

Tripsin yang dimaksud bukan bahan baku utama virus, melainkan sebuah bahan yang digunakan untuk memisahkan sel inang virus dengan Micro carier virus.

“Vaksin Covid-19 Produksi Astra Zeneca ini menjadi mubah karena darurat,” tekan Asrorun.

Terdapat lima hal yang membuat vaksin Covid-19 produksi Astra Zeneca mubah digunakan menurut MUI.

Pertama, dari sisi agama Islam, ada hal mendesak yang membuat ini masuk dalam kondisi darurat. Sumber-sumber hukum dari Al-Quran, Hadist, Kitab Ulama, maupun kaidah fiqih membolehkan penggunaan (mubah) sebuah obat meskipun itu haram dalam kondisi darurat.

“Ada kondisi kebutuhan yang mendesak (hajah syar’iyah) yang menduduki kondisi darurat syar’iyah,” ujarnya Asrorun.

Berita Terkait
Baca Juga