Vebian Magal: Pemberian Beasiswa Dilakukan Secara Transparan

Tim monitoring YPMAK dan peserta beasiswa foto bersama usai lakukan monitoring dan evaluasi di Kota Jayapura. (Foto: Humas YPMAK)
Tim monitoring YPMAK dan peserta beasiswa foto bersama usai lakukan monitoring dan evaluasi di Kota Jayapura. (Foto: Humas YPMAK)

TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia memastikan beasiswa belajar yang diberikan terlaksana secara transparan.

Direktur YPMAK, Vebian Magal menjelaskan, pihaknya diberikan kuota setiap tahunnya sebanyak 3000 peserta. Semua peserta ini terdiri dari SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Jika dalam batas kuota tersebut pada tahun belajar mengalami pengurangan akibat kelulusan, meninggal, atau mengundurkan diri, maka kuota yang kosong dapat diisi oleh peserta baru.

Semua proses ini, ditegaskan Vebian, dijalankan secara terbuka. Pengumuman peserta pun setiap tahunnya mengalami pembaruan informasi (update).

“Jadi tidak ada ditutup-tutupi. Semua terselenggara secara transparan,” tegas Vebian saat ditemui di Timika, Papua, Jumat (15/7/2022) sore.

Semua kebijakan ini dijalankan berdasarkan kesepakatan yang juga diawasi oleh pembina yang terdiri dari unsur lembaga adat, pihak PT Freeport Indonesia, dan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Terkait formasi, dijelaskannya, terdapat 25 persen kuota beasiswa untuk anak-anak Suku Amungme. 25 persen untuk Suku Kamoro dan 50 persen sisanya dibagi-bagi untuk lima suku kekerabatan, anak-anak asli Papua luar Mimika, serta anak-anak yang salah satu orang tuanya merupakan Orang Papua.

“Juga anak-anak yang orang tuanya, kakeknya merupakan perintis di sini. Mereka yang mempunyai jasa di masa dulu,” terangnya.

Bagi Vebian, mendapatkan beasiswa bukanlah hak. Melainkan sebuah kesempatan emas. Paradigma ini harus tertanam ke setiap anak-anak di Mimika.

“Di tahun ini kuota beasiswa yang dapat diisi tidak sampai 500 anak,” katanya.

Saat ini YPMAK membatasi pemberian beasiswa bagi mahasiswa S1 selama lima tahun. Jika masa studi lebih, maka secara otomatis beasiswa tersebut berhenti.

Para siswa-siswi dan mahasiswa yang mendapat beasiswa dijamin penuh selama menempuh studi, seperti buku, uang makan, tempat tinggal, uang kursus dan lainnya.

Sehingga, harapan Vebian, di waktu mendatang para pelajar dan mahasiswa dapat menyelesaikan masa studi tepat waktu agar generasi berikutnya dapat menikmati beasiswa itu.

“Pesan saya untuk adik-adik mahasiswa, secepatnya menyelesaikan studi. Supaya kuotanya bisa dipakai untuk generasi berikutnya,” tegasnya.

reporter : Yonri
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.