seputarpapua.com

Wabup Mimika Minta Masyarakat Tetap Jaga Toleransi Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Wakil Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Wakil Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mewakili Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mimika, menyampaikan keprihatinan dan duka cita atas kejadian bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, yang terjadi Minggu (28/3/2021).

Kejadian ini tentu menyita perhatian semua orang di Indonesia termasuk di Mimika.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan kejadian terkutuk itu.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga toleransi antar umat beragama,” katanya kepada Seputarpapua.com melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (29/3/2021).

Dia mengatakan, masyarakat harus menjadikan Mimika sebagai daerah terdepan dalam melakukan perlawanan terhadap paham-paham atau tindakan radikal yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.

“Kita juga menyerahkan pelaku kepada penegak hukum untuk diselesaikan secara tuntas sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Lanjutnya, secara khusus dia berpesan kepada umat Kristiani yang sedang bersiap memasuki perayaan Paskah agar tetap tenang menjalankan ibadah nanti, baik di Gereja maupun dari rumah secara virtual.

“Secara khusus kepada umat Kristiani yang sedang menjalani masa sengsara Tuhan, masuk di dalam masa persiapan Paskah agar masyarakat tetap tenang,” tuturnya.

“Mari kita doakan semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi di Indonesia dan secara khusus di Mimika,” tambahnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga