seputarpapua.com

Wabup Mimika: Pengungsi Beoga Tetap Dipantau Jika Memerlukan Pelayanan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
EVAKUASI | Proses evakuasi warga Beoga ke Timika yang mengungsi akibat serangkaian peristiwa kriminalitas terjadi di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. (Foto: Ist/Seputarpapua)
EVAKUASI | Proses evakuasi warga Beoga ke Timika yang mengungsi akibat serangkaian peristiwa kriminalitas terjadi di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan belum menerima laporan resmi terkait pengungsi dari Beoga, Kabupaten Puncak ke Timika sejak Rabu (14/4/2021).

Namun Wabup John mengaku telah memonitor sejumlah warga Beoga yang sementara mengamankan diri ke Timika hingga Kamis (15/4/2021) menyusul kasus penembakan di wilayah itu.

“Sampai sekarang saya tidak tahu apakah mereka sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati, karena ini kan baru 1 dan 2 hari ini. Tetapi kalau saya, belum pernah dilaporkan tetapi saya tahu bahwa banyak yang mengungsi ke sini,” kata John di Timika, Kamis (15/4/2021).

Ia mengatakan, pengungsian dalam situasi mendesak akibat faktor keamanan seperti ini tidak mesti memerlukan surat-menyurat atau koordinasi secara resmi kepada pemerintah.

“Namanya mengungsi karena memang tidak ada koordinasi dan lainnya,” kata Wabup.

Menurutnya, jika dilihat dari kondisi geografis, Kabupaten Mimika memang merupakan daerah terdekat dengan akses penerbangan dari Kabupaten Puncak.

Pengungsian kali ini pun tidak terlalu membutuhkan persiapan terkoordinir mengingat jumlahnya tidak begitu banyak. Lagi pula hampir semua pengungsi punya keluarga di Timika.

“Jumlah warga yang mengungsi tidak sebanyak warga dari Wamena beberapa waktu lalu. Justru kami secara pribadi ingin melihat mereka berkumpul dimana,” katanya.

Berita Terkait
Baca Juga