Wacana Pertandingkan 10 Cabor di Sumsel Dinilai Tak Masuk Akal

Sekum KONI Papua, Kenius Kogoya. (Foto: Vidi/Seputarpapua)
Sekum KONI Papua, Kenius Kogoya. (Foto: Vidi/Seputarpapua)

JAYAPURA | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua tetap bersikeras menolak wacana 10 cabang olahraga yang telah dicoret dari perhelatan event olahraga PON XX dipertandingkan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Wacana itu bahkan terkesan tak masuk akal, mengingat PON dipertandingkan hanya satu provinsi.

“Itu tidak bisa, kalau itu tidak bisa. PON nya di Papua bukan di Sumatera sana. Saya pikir tidak masuk akal, tidak ada PON dua tempat. Papua tuan rumah jelas menolak 10 cabor yang dicoret itu,” tegas Sekum KONI Papua, Jenius Kogoya, Rabu (17/2/2021).

Wacana yang dikeluarkan dianggap tidak mungkin terjadi karena menjadi tuan rumah PON tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Saya yakin itu Sumsel juga tidak siap, mereka tidak punya anggaran juga untuk PON tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, wacana mempertandingkan 10 cabor yang telah dicoret berasal dari kunjungan Anggota Komisi X DPR RI di Sumatera Selatan Senin lalu.

IKLAN-TENGAH-berita

“Dalam reses Komisi X DPR RI (yang membidangi pemuda dan olahraga) ke Pemerintah Provinsi Sumsel, Pak Gubernur mengusulkan 10 cabor yang tidak dipertandingkan di Papua main di Sumsel,” kata Ketua Umum Pengprov KONI Sumsel Hendri Zainuddin.

Sumsel beralasan mempertandingkan 10 cabor itu karena ada beberapa cabor menjadi andalan untuk mendapatkan medali seperti cabor ski air.

“Dari 10 cabor tersebut ada beberapa cabang olahraga yang memang menjadi andalan Sumsel untuk meraih emas. Diantaranya ski air yang memang dalam dua PON sebelumnya langganan emas,” tutupnya.

Reporter: Vidi
Editor: Misba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar