Wagub Papua: Relaksasi Kontekstual, Inovasi Cegah Covid-19

Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinal (tengah) (Foto: Antara News Papua / Hendrina Dian Kandipi)
Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinal (tengah) (Foto: Antara News Papua / Hendrina Dian Kandipi)

JAYAPURA | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut relaksasi (pelonggaran) kontekstual merupakan salah satu inovasi yang dibuat untuk mencegah penyebaran virus corona(COVID-19).

Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinal mengatakan, karena dalam penerapan relaksasi ini, masyarakat diberikan kelonggaran namun tetap diingatkan mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan setiap beraktivitas dalam keseharian.

“Relaksasi bukan refleksi, dan relaksasi ini diibaratkan sebagai per yang dilonggarkan,” katanya di Jayapura, Senin (29/6).

Menurut Klemen, pihaknya mengapresiasi banyak pihak yang berkontribusi dalam pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayahnya.

Sebelumnya, Pemprov Papua memberlakukan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) di mana kegiatan masyarakat dibatasi hingga pukul 14.00 WIT.

Setelah itu, Pemprov Papua memberikan kelonggaran dengan menerapkan relaksasi kontekstual Papua di mana masyarakat dapat beraktitifas kembali dari yang sebelumnya hanya sampai pukul 14.00 WIT, kini menjadi pukul 18.00 WIT.

Kini tercatat 17 kabupaten/kota di Provinsi Papua yang masuk dalam zona merah, namun tiga kabupaten di antaranya yakni Merauke, Mamberamo Tengah dan Supiori pasien positifnya sudah dinyatakan sembuh.

Sedangkan 14 wilayah lainnya yang masuk dalam zona merah yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, Biak, Keerom, Nabire, Jayawijaya, Boven Digoel, Sarmi, Kepulauan Yapen, Yalimo, Waropen, Puncak Jaya dan Kabupaten LannyJaya.

 

Sumber : Antara
Editor : Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar