Warga Jayapura Nilai Biaya Rapid Test Masih Terlalu Mahal

RAPID TEST | Seorang warga yang terjaring PSDD di pertigaan Jalan Cenderawasih - Budi Utomo saat di-rapid test antibodi oleh petugas medis. (Foto: Sevianto/SP)
Ilustrasi Rapid Test

SENTANI | Kalangan warga di Jayapura menilai biaya pemeriksaan tes cepat (rapid test) dikenakan kepada calon penumpang pesawat di bandara Sentani masih terlalu mahal.

Meski sampai saat ini pemerintah telah menunjuk salah satu klinik swasta di Jayapura untuk melayani tes cepat (rapid test) bagi calon penumpang pesawat yang hendak bepergian keluar dari Kota Jayapura melalui jalur penerbangan udara dari bandara Sentani Jayapura.

Untuk itu warga Jayapura meminta kepada pemerintah supaya dapat mengurangi biaya pemeriksaan rapid test untuk warga tersebut.

“Sekarang masih mahal ya, kalau Rp100 ribu boleh,” kata salah warga Yeremias Enumbi di Bandara Sentani melalui humas COVID-19 Pemkab Jayapura, Papua, Rabu (12/8).

Diketahui, layanan rapid test bagi calon penumpang yang hendak bepergian antar wilayah dalam Papua dan keluar Papua masih sejauh ini masih dilayani oleh pihak klinik axa.

Besaran yang ditetapkan sejauh ini senilai Rp200 ribu sekali rapid test. Selain itu, dari pihak klinik tersebut juga akan mengeluarkan surat keterangan mengenai hasil pemeriksaan kepada setiap calon penumpang.

IKLAN-TENGAH-berita

Rahma, salah satu petugas medis di klinik Axa mengaku setiap hari antrian masyarakat untuk mengikuti rapid tes bisa mencapai 200 sampai 300-an orang.

 

Sumber: Antara
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar